KALTIMPOST.ID - Pelatihan pelatih fisik garapan KONI Kaltim berangkat dari fakta. Capaian tak maksimalnya Kaltim di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumatra Utara, salah satu penyebabnya adalah faktor fisik yang mudah kedodoran. Akibatnya, sejumlah patriot olahraga Bumi Etam kesulitan tampil moncer saat melakoni pertandingan penentuan.
“Saya saksikan sendiri saat pertandingan penentuan di beberapa cabor, kendalanya di fisik. Jadi, memang harus fisik yang harus kita perbaiki. Hari ini (kemarin) kita yakinkan kita akan melakukan yang terbaik demi mencetak pelatih fisik terbaik. Kalau toh nanti hasilnya memang tidak berkompeten, jangan diluluskan! Karena kita memang hendak mencari yang berkualitas,” tegasnya.
Baginya, kalaupun dari 50 peserta yang hadir hanya separuhnya yang lulus, itu lebih baik. Selama mereka memang terbukti memiliki kompetensi. “Peran pelatih fisik sangat penting dalam meningkatkan fisik atlet. Tanpa fisik, aspek lain seperti taktik, teknik, dan mental, tidak akan terpakai,” tegasnya.
“Oleh karena itu, saya berharap dengan pelatihan fisik ini kita berharap Kaltim akan semakin lancar nantinya di PON XXII/2028 Nusa Tenggara. Dengan ini, akan menjadi dasar mereka dalam membentuk tim terbaik menuju PON 2028. Semisal, pelatih yang terlibat di masa persiapan, haruslah memiliki sertifikat,” sambung Rusdi.
Menurutnya, ini adalah ikhtiar awal untuk memastikan di PON XXII/2028 Nusa Tenggara, Kaltim tidak terlempar dari 10 besar. “Kita sudah melihat banyak mantan tuan rumah PON yang terlempar dari posisi bergengsi setelah dari pelaksanaan di daerah mereka. Tetapi tidak untuk Kaltim. Kita termasuk yang konsisten bertahan di papan atas. Ini adalah upaya kita agar posisi kita tetap bisa dipertahankan. Dimulai dengan mencetak pelatih fisik berkualitas,” pungkasnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi