Mantan penjagaan gawang Mitra Kukar Hendra Susilo kini memiliki kesibukan baru. Dirinya membentuk latihan penjaga gawang privat di Tenggarong.
KALTIMPOST.ID-Sebagai mantan penjaga gawang, Hendra Susilo berusaha untuk berbagi pengetahuan kepada penjaga gawang usia dini hingga remaja yang ada di Kukar. Privat tersebut dia beri nama Hendra Susilo GK Training (HSL GK Training).
Keputusan membuat GK Training didasari oleh banyaknya penjaga gawang usia dini yang memiliki potensi besar namun tidak mendapatkan materi latihan yang sesuai dengan posisinya. Untuk itu dirinya berusaha untuk berbagi ilmu serta pengalaman.
“Di Kukar ini banyak sekali potensi penjaga gawang yang bisa kita gali. Kehadiran HSL GK Training ini untuk memberikan mereka yang ingin menjadi kiper profesional tempat untuk belajar yang baik dan benar sesuai pengalaman yang saya dapat saat menjadi pemain dulu,” kata Rawon, sapaan akrab Hendra.
Saat ini HSL GK Training memiliki 19 siswa. Sejatinya ada banyak siswa yang ingin mendaftar, namun Hendra tak ingin menerima banyak siswa agar bisa fokus dengan 19 siswanya tersebut.
“Yang mendaftar banyak, tapi saya batasi karena ingin fokus. Kalau kebanyakan nanti malah tidak maksimal,” imbuh Hendra.
Tak hanya menerima siswa dari Tenggarong saja, HSL GK Training juga menerima siswa dari Tenggarong Seberang, Jahab dan yang terjauh dari Desa Jonggon Jaya.
“Alhamdulillah 19 siswa saya ini asalnya berbeda-beda, tapi tujuan mereka sama untuk mewujudkan cita-cita menjadi penjaga gawang profesional di masa mendatang. Saya optimistis anak-anak Kukar bisa bersaing dengan kiper dari daerah manapun,” tukas Hendra.
Terkait biaya administrasi, Hendra menegaskan dirinya tidak mencari keuntungan pribadi. Dirinya hanya membebankan nominal yang cukup terjangkau.
“Mereka tetap ada biaya pendaftaran dan SPP bulanan, itupun uangnya saya kembalikan dalam bentuk peralatan latihan. Karena saya memang tidak cari untung, saya ingin berbagi ilmu yang saya miliki. Urusan rezeki sudah ada yang mengatur saya tidak khawatir,” pungkasnya. (*)
Editor : Thomas Dwi Priyandoko