KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN- Perubahan regulasi pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim VIII/2026 Paser, memicu berbagai pendapat. Banyak yang beranggapan ini bisa beri dampak baik pada pembinaan atlet.
Namun, beberapa juga cukup kecewa pada aturan ini. Khususnya atlet yang meraih emas perorangan di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumatra Utara.
Aturan ini juga mendapat respons dari Ketua Pengkot Muaythai Indonesia (MI) Balikpapan Muhammad Reza Alexander. Dia mengaku sangat setuju dengan regulasi baru ini.
Menurut Reza, jika seorang atlet sudah meraih emas di PON, harusnya bisa naik ke profesional. Sebab, olahraga itu mestinya jenjangnya makin meningkat.
“Tidak mungkin yang sudah PON melawan atlet Porprov yang baru dalam tahap pembibitan atau pertama kali bertanding. Atlet nasional melawan atlet daerah, itu tidak mungkin,” kata dia.
Karenanya, ia memandang aturan baru ini sebagai peluang yang bagus bagi atlet-atlet baru. Dengan begitu, jenjang seluruh atlet bisa naik.
Terlebih, sambung Reza, khususnya bagi mereka yang merupakan fighter. Wajar saja jika punya aturan seperti itu, dan memang bagus.
Kendati begitu, ia menyambut baik apabila mereka melakoni pertandingan untuk menguji kemampuan masing-masing.
“Tetapi teman-teman di PON jika ingin sparring partner, tidak masalah. Mengasah jam terbang. Tetapi kalau bertarung secara nyata untuk prestasi itu agak lucu juga sih,” tuntas dia. (*)
Editor : Ery Supriyadi