KALTIMPOST.ID - Pendaftaran peserta Liga e-Football 2025 garapan E-Sports Indonesia (ESI) Kaltim, telah resmi ditutup. Dari proses pendaftaran lima hari yang dilakukan, panitia mencatat ada 60 peserta yang berpartisipasi.
Hal itu diutarakan oleh Sujarwo Arif Widodo selaku Kepala Bidang Pengembangan eFootball ESI Kaltim. Dia mengatakan, 60 peserta yang mendaftar berasal dari tujuh kabupaten dan kota.
“Dari 10 kabupaten dan kota hanya tiga daerah yang tidak mendaftar, yakni Penajam Paser Utara, Bontang dan Mahulu,” terang Sujarwo.
Berau dan Samarinda mendominasi jumlah peserta yang mendaftar dengan 14 atlet. Disusul Kukar 13 atlet dan Balikpapan 10 atlet. “Semoga dari 60 pendaftar ini kita bisa dapatkan atlet yang benar-benar mumpuni,” terang Sujarwo.
Terkait kapan liga akan dimulai, Jarwo mengatakan dirinya akan segera menentukan jadwalnya. “Kami sedang membahas jadwal dan formatnya. Yang jelas untuk babak penyisihan akan digelar secara online. Grand final baru kita buat offline di Samarinda,” papar dia.
Seperti diketahui, ESI Kaltim berhasrat untuk mencetak atlet e-football berkualitas di masa depan. Tak hanya di level rental saja, ESI Kaltim ingin atlet Bumi Etam bisa bersaing di level nasional.
“Selama ini Kaltim tidak banyak memiliki wakil di level profesional. Dari Liga eFootball ini kami harap bisa melahirkan atlet berkualitas yang bisa membanggakan Kaltim di level yang lebih tinggi,” ucap Ketua Harian ESI Kaltim Darwin Tandrin. (*)
Editor : Ery Supriyadi