KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Regulasi pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim VIII/2026 di Paser cukup membuat lega. Pasalnya, aturan sebelumnya tidak membolehkan peraih emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 di Aceh dan Sumatra Utara (Sumut).
Angin segar ini turut dirasakan Rohani Sephia. Atlet panahan Kaltim ini, akhirnya bisa kembali merasakan euforia pesta olahraga terbesar skala regional tersebut.
“Iya senang sih, alhamdulillah akhirnya bisa kembali main di Porprov,” ujarnya.
Tentu saja kabar ini merupakan kabar bahagia baginya. Mengingat sebelumnya, Sephia hampir saja mengubur harapannya untuk turun ke Porprov.
Ia sempat menyayangkan jika peraih emas PON tidak bisa bermain di Porprov edisi kali ini. Padahal tak berbeda dari atlet lainnya, Sephia juga bakal menjalani latihan keras. Serta, tetap bersaing dengan atlet-atlet lain yang belum diketahui kekuatannya.
Karena itu pula, pada kesempatan ini dia ingin memberikan penampilan terbaiknya saat memperkuat daerahnya nanti. Sama seperti yang biasa ia lakukan setiap mengikuti kejuaraan.
Begitu juga soal target. Atlet kelahiran Tenggarong ini bertekad ingin terus meningkatkan prestasinya. “Tentu targetnya lebih dari yang didapat pada Porprov yang lalu,” ungkapnya.
Di sisi lain, tekadnya ini menyimpan alasan tersendiri. Di mana, boleh jadi ini merupakan panggung Porprov terakhirnya.
Sebab, kata dia, adanya aturan batas usia maksimal 30 tahun bagi atlet yang turun ke Porprov, jadi alasan utama. Mengingat, perempuan kelahiran 29 September 1999 ini, bakal menginjak usia 30 tahun pada gelaran Porprov 2030.
Hal itu, membuat Sephia ingin tampil sebaik mungkin, dan menjadikan ini sebagai panggung Porprov penutup yang sangat berkesan.
“Setidaknya saya masih punya kesempatan buat kembali bermain dan menunjukkan performa terbaik saya untuk terakhir kalinya,” tutup peraih dua emas pada gelaran PON Aceh-Sumut ini. (*)
Editor : Duito Susanto