Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Misi KONI Kaltim Cetak 1.000 Pelatih Fisik Berlanjut, Giliran Berau Jadi Tuan Rumah

Doni Aditya Haryono • Jumat, 4 April 2025 | 21:03 WIB
Rusdiansyah Aras menyebut KONI Kaltim untuk sementara menampung usulan dari empat daerah yang tertarik menjadi tuan rumah Porprov Kaltim IX/2030.
Rusdiansyah Aras menyebut KONI Kaltim untuk sementara menampung usulan dari empat daerah yang tertarik menjadi tuan rumah Porprov Kaltim IX/2030.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Pelatihan pelatih fisik menjadi program prioritas KONI Kaltim. Program yang sebelumnya sudah duluan digelar di lima daerah. Di antaranya Kutai Kartanegara, Paser, Balikpapan, Penajam Paser Utara, dan Kutai Timur. Kali ini giliran Berau yang menjadi tuan rumah.

Ketua panitia pelaksana pelatihan pelatih fisik KONI Kaltim, Ego Arifin mengatakan, kegiatan di Berau akan dilaksanakan pada 10-13 April. Persiapan panitian sejauh ini sudah hampir rampung.

“Tanggal 10 kita sudah laksanakan di Berau. KONI Berau dan Dispora Berau berkolaborasi untuk menyukseskan kegiatan ini. Persiapan sudah aman, semoga tidak ada hambatan,” ungkap Ego.

Adapun pemateri yang akan mengisi kegiatan tersebut masih dari Lembaga Pendidikan Pelatihan Olahraga (LP2O) Lankor. “Mereka (pemateri) kan tim dari Lankor, mungkin orangnya akan berbeda tapi materinya tetap sama,” ucap pria yang juga Wakil Ketua I KONI Kaltim itu.

Mencetak 1.000 pelatih fisik memang menjadi target utama KONI Kaltim. Itu tak lepas dari banyaknya masukan terkait kekurangan Kaltim pada PON XXI/2024 Aceh-Sumatra Utara. Seperti yang diungkap Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras di berbagai kesempatan.

“Banyak atlet kita yang lolos ke final, tapi gagal meraih emas. Persoalan paling besarnya bukan karena teknik atlet kita buruk, tapi faktor fisik. Artinya kita perlu memperbaiki fisik atlet kita agar kejadian tersebut tak terulang. Salah satu ikhtiar kita adalah memperbanyak pelatih fisik, nanti setiap cabor wajib memiliki pelatih fisik sendiri untuk mengawal atletnya,” ujarnya.

Menurutnya, Kaltim saat ini “darurat” atlet. Pasalnya, atlet yang selama ini menjadi tumpuan Kaltim meraih medali, berpotensi tidak tampil pada PON XXII/2028 Nusa Tenggara karena batasan usia. Persoalan ini sepatutnya menjadi atensi lebih mengingat Kaltim bertekad kembali meraih peringkat lima besar perolehan medali di multievent empat tahunan tersebut. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#pelatihan fisik #KONI kaltim