KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Menjelang Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) Persatuan Soft Tennis Indonesia (Pesti) Kaltim, Sabtu (24/5), Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) telah menjalankan tugasnya. Pendaftaran bakal calon ketua dibuka pada 20-21 Mei.
Hasilnya, hanya ada satu nama yang mengambil formulir, atas nama Fransisca Christine Sinulingga. Ketua TPP Musprovlub Pesti Kaltim M Nazaruddin mengatakan, setelah pendaftaran, hari ini tahapan akan dilanjutkan dengan pengembalian berkas. Dilanjutkan verifikasi berkas, Jumat (23/4). “Untuk hasil verifikasi berkas akan diumumkan saat musprovlub,” jelas Nazaruddin.
Untuk diketahui, setelah Ismail meletakkan jabatan sebagai ketua, Pengprov Pesti Kaltim memulai mekanisme pemilihan ketua baru. Mereka akan menggelar musprovlub pada Sabtu (24/5).
Langkah ini diambil, mengingat tidak banyak waktu bersiap, mengingat banyak agenda dan program kerja yang harus direalisasikan. Terutama meningkatkan prestasi atlet soft tennis Kaltim di PON XXII/2028 Nusa Tenggara.
Kegiatan ini juga untuk membentuk kepengurusan periode baru. Sebab, periode era kepemimpinan Ismail sudah berjalan dua tahun. Jadi periode berikutnya adalah 2025-2029.
Majunya Fransisca pada Musprovlub Pesti Kaltim tidak begitu mengejutkan. Perempuan yang karib disapa Sisca itu memang mengatakan bahwa dirinya siap untuk mencalonkan diri.
Menurutnya, soft tenis Kaltim memiliki potensi yang besar di kancah nasional. Itu terbukti dengan dua medali perak saat di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumatra Utara.
Sisca berkeyakinan, jika dibina dengan benar, soft tenis Kaltim bisa meraih prestasi lebih baik di PON berikutnya. "Saya optimistis soft tenis Kaltim ini jika dilakukan pembinaan yang baik pasti bisa bersaing dengan daerah lain," terang Sisca.
Jika nantinya bisa memimpin Pesti Kaltim, dirinya akan berupaya menjadikan soft tenis sebagai salah satu cabor unggulan. "Karena potensinya kan besar, ya. Medali perak di PON kemarin menjadi bukti bahwa soft tenis ini bisa jadi cabor unggulan baru, menggantikan lima cabor andalan Kaltim yang tidak dipertandingkan di PON 2028 nanti," pungkasnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi