Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Asprov PSSI Kaltim Gelar Kursus Wasit, Bukti Komitmen Kepedulian Peningkatan Kualitas SDM

Rendy Fauzan • Senin, 16 Juni 2025 | 06:21 WIB
Asprov PSSI Kaltim menggelar kursus wasit sebagai langkah peningkatan kualitas SDM pengadil lapangan asli Bumi Etam.
Asprov PSSI Kaltim menggelar kursus wasit sebagai langkah peningkatan kualitas SDM pengadil lapangan asli Bumi Etam.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Kaltim menaruh perhatian besar terhadap pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) sepak bola di Bumi Etam. Salah satu langkah yang diambil, dengan intens menggelar pelatihan wasit.

Seperti yang terlaksana di meeting room Borneo FC Training Centre, kompleks Gelora Kadrie Oening, Samarinda, Minggu (15/6/2025). Sebanyak 55 peserta ambil bagian dalam kursus wasit C2 dan C3. Perinciannya, 30 peserta di kategori C2, dan 25 peserta C3. Mereka akan menjalani serangkaian kegiatan hingga Jumat (20/6/2025).

“Ini levelnya nasional, karena yang ikut berasal dari berbagai daerah. Mulai Merauke, Banjarmasin, dan beberapa daerah lainnya,” jelas Ketua Komite Wasit Asprov PSSI Kaltim Nurdin. Yang menarik, ada satu peserta belia, berusia 15 tahun, dari Samarinda yang ambil bagian dalam kegiatan ini.

Pada kesempatan itu, dirinya berterima kasih kepada Ketua Asprov PSSI Kaltim Said Amin yang menaruh perhatian kepada pengembangan SDM wasit di Kaltim. Sejak Said Amin memimpin Asprov PSSI Kaltim pada 2022, hingga kini sudah ada sedikitnya 450 wasit yang dibina. “Kalau ditambah dengan yang sekarang, artinya ada 500-an wasit yang sudah dibina Asprov PSSI Kaltim,” urai dia.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kualitas para pengadil di lapangan bisa terus meningkat. “Impian kita, wasit Kaltim bisa mendapat lisensi AFC hingga FIFA. Kita kembalikan muruah wasit Kaltim seperti masa lampau, di mana ada 15 wasit dari Kaltim yang level kualitasnya diakui nasional dan internasional,” ucapnya.

Adapun saat ini, wasit dari Kaltim bisa dihitung jari. Seorang di Liga 1, dua orang di Liga 2, dan empat orang di Liga 3. Hadir dalam kegiatan itu sebagai pemateri yakni Yandri selaku instruktur sekaligus assessor di PSSI pusat. Pada kesempatan tersebut, dirinya sempat membagikan pandangannya tentang fenomena perwasitan di negeri ini.

Dirinya menyadari, untuk bisa mencapai level yang lebih tinggi, perlu proses. Dan, ini adalah langkah bagus yang sudah dimulai oleh Asprov PSSI Kaltim.

Dirinya tak memungkiri wasit Indonesia masih dilabeli negatif oleh publik. Padahal, bila ingin dibandingkan, kualitas wasit Indonesia sejajar—bahkan beberapa ada yang lebih baik—dari wasit internasional yang dilibatkan di Liga 1 musim lalu. “Hanya memang mindset publik yang meng-underestimate dengan menyebut wasit Indonesia itu belum berkualitas. Itu yang harus ditegaskan, kita punya kualitas yang layak untuk memimpin pertandingan besar,” urai dia.

Di sisi lain, kehadiran video assistant referee (VAR) sangat menolong para wasit untuk memantapkan sikap adilnya di lapangan. “Kalau dulu, ketika ada kesalahan, ya kata wasit adalah final. Tetapi sekarang, ketika ada potensi kekeliruan atau kealpaan dari wasit, bisa dibantu oleh VAR," bebernya. 

“Mudah-mudahan dengan adanya VAR ini bisa ikut meningkatkan kualitas dan level kompetisi nasional pada masa mendatang,” tuntas dia. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#kursus wasit #Asprov PSSI Kaltim