Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Petik Pelajaran Berharga dari Kejurnas, FPTI Kaltim Bawa Atletnya ke Sentra Pelatnas

Doni Aditya Haryono • Kamis, 26 Juni 2025 | 21:09 WIB
Atlet panjat tebing Kaltim, Rizky Sholeh Akbar (kedua kanan) membawa pulang medali perunggu di nomor boulder youth B putra.
Atlet panjat tebing Kaltim, Rizky Sholeh Akbar (kedua kanan) membawa pulang medali perunggu di nomor boulder youth B putra.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kaltim masih miliki banyak pekerjaan rumah untuk meningkatkan level atletnya. Secara teknis, kemampuan pemanjat Benua Etam tidak jauh berbeda dari atlet luar daerah. Namun, pola latihan serta kompetisi yang kontinu, masih jadi persoalan.

Tampil di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Kelompok Umur XIX yang diikuti 27 provinsi, Kaltim harus puas finis di peringkat ke-12 dengan torehan satu medali perunggu. Medali tersebut dipersembahkan Rizky Sholeh Akbar di nomor boulder youth B putra.

“Banyak hal yang harus kami evaluasi. Walaupun beberapa atlet bisa menembus babak final, kami masih belum mampu menyaingi dominasi daerah-daerah dari Pulau Jawa,” ujar Sekretaris Umum FPTI Kaltim Miswan Prima Putra, kepada Kaltim Post, kemarin (26/6).

Saat ini, FPTI Kaltim tengah fokus membina regenerasi atlet. Dengan komposisi mayoritas wajah baru, sejumlah kekurangan masih terlihat di berbagai kejuaraan yang diikuti.

Miswan menjelaskan, ritme dan intensitas latihan menjadi faktor utama yang membedakan dengan atlet-atlet dari Pulau Jawa, yang sebagian besar merupakan langganan pelatnas. Meski demikian, ia menekankan bahwa hal tersebut bukan alasan untuk menyerah. “Kami masih punya waktu untuk memperbaiki program pembinaan. Catatan-catatan dari kejurnas kemarin menjadi bahan evaluasi,” jelasnya.

Sebagai pembelajaran, seusai kejurnas di Tangerang, Banten, para atlet diajak berkunjung ke sentra pelatnas. Di sana mereka diberi kesempatan melihat langsung metode latihan yang diterapkan serta program harian yang dijalani atlet panjat tebing nasional.

“Di pelatnas semua sudah terfokus. Sementara atlet kita masih berbagi waktu dengan sekolah. Tapi kami akan menyesuaikan dengan membuat program yang seimbang,” lanjut Miswan.

Faktor lain yang jadi pembeda mencolok adalah intensitas kejuaraan. Ia mencontohkan Jawa Timur yang rutin menggelar kompetisi mini antar-kabupaten/kota. Di sisi lain, Kaltim masih menghadapi kendala jarak dan akses transportasi antarwilayah yang jauh lebih menantang.

“Namun bagi saya, itu bukan alasan. Intinya intensitas latihan harus ditingkatkan. Karena dari segi kemampuan, kita masih bisa bersaing. Kami optimistis tahun depan akan lebih baik,” pungkasnya. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#pelatnas #FPTI #atlet panjat tebing