KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Keberhasilan tim kriket Kaltim di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh-Sumut menjadi bukti keseriusan pembinaan cabang olahraga ini. Namun, capaian tersebut dinilai belum cukup untuk membuat kriket Kaltim berpuas diri.
Peringatan itu disampaikan Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dispora Kaltim Rasman Rading, saat memberikan sambutan dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Persatuan Cricket Indonesia (PCI) Kaltim di Samarinda, Sabtu (28/6/2025).
“Saya minta kriket Kaltim tidak cepat puas. Prestasi memang membanggakan, tapi mempertahankannya jauh lebih sulit. Pembinaan harus tetap jadi prioritas utama,” tegas Rasman.
Nada serupa disampaikan Wakil Ketua III KONI Kaltim Tommy Ghozali. Ia menyebut kriket kini menjadi salah satu andalan Kaltim dalam kancah nasional. Karena itu, pembinaan dan peningkatan kualitas atlet perlu terus didorong.
“Prestasi yang sudah dicapai bukan hanya dipertahankan, tapi juga ditingkatkan. Harus ada kesinambungan dari pembinaan usia dini hingga prestasi,” ucapnya saat membuka secara resmi Rakerprov PCI Kaltim.
Sementara itu, Ketua PCI Kaltim Ismail menyampaikan bahwa agenda utama rakerprov tahun ini fokus pada tiga hal. Di antaranya, evaluasi program 2024, penyusunan program kerja tahun berjalan, serta pembahasan pelaksanaan Babak Kualifikasi (BK) Porprov 2025.
“Topik khusus kita tentu adalah persiapan menuju BK Porprov, sebagai langkah awal menuju Porprov VIII tahun depan,” kata Ismail. Sebagai tindak lanjut raker, PCI Kaltim langsung menggelar Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Kriket Junior pada Minggu (29/6), yang dipusatkan di lapangan hoki, kompleks Gelora Kadrie Oening, Samarinda. Ajang ini diikuti lima pengurus cabang (pengcab) dari kabupaten/kota.
Di antaranya Samarinda, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Bontang, dan Balikpapan. Kejuaraan tersebut dimulai sejak Ahad (29/6) dan akan berakhir pada Selasa (1/7). Wakil Ketua I KONI Kaltim Ego Arifin, yang membuka kejurprov, berharap event seperti ini bisa digelar rutin. Menurutnya, kejurprov junior menjadi salah satu bentuk konkret pembinaan dan regenerasi atlet. “Dari ajang seperti ini kita bisa temukan bibit unggul untuk mengangkat prestasi kriket Kaltim lebih tinggi ke depan,” harap Ego. (*)
Editor : Ery Supriyadi