Sebanyak 84 nomor dipertandingkan dan diikuti oleh 1.200 taekwondoin dari Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara.
Pertandingan terbagi dalam dua kategori, yakni kelas prestasi dan festival, dengan rentang usia peserta mulai dari pra kadet, kadet, junior hingga senior. Kategori pra kadet mendominasi, dengan partisipasi lebih dari 640 atlet usia dini.
“Dari hari pertama sampai penutupan, semua berjalan sesuai jadwal. Peserta disiplin, panitia sigap, dan pertandingan bisa berlangsung lancar,” kata Alfons Tekwan Lung, Ketua Panitia Taekwondo KONI-Bayan Championship 2025 kepada Kaltim Post.
Kaltim sendiri mengikutkan puluhan klub dari 10 kabupaten/kota se-Kaltim, untuk Kalsel dan Kaltara pun mengikutkan total 15 klub dari keduanya.
Para atlet membawa bendera klub masing-masing dan bersaing dalam format yang mengedepankan semangat sportivitas serta pengalaman bertanding.
Selain itu, kejuaraan ini juga menjadi ajang unjuk gigi bagi atlet-atlet potensial, khususnya untuk pembinaan. Meski tak ada tim resmi yang dibentuk, Pengprov Taekwondo Indonesia (TI) Kaltim menerjunkan pelatih-pelatih senior untuk melakukan pencatatan performa individu selama pertandingan.
“Ada sekitar tujuh atlet dari Kaltim yang dinilai layak untuk dibina lebih lanjut. Mereka berasal dari kategori junior dan senior. Ini hasil pemantauan tim pelatih yang aktif selama turnamen,” ujar Alfons.
Meski status kejuaraan ini masih bergradasi C dan baru menjangkau kawasan regional Kalimantan, Alfons menaruh harapan besar untuk pengembangan ajang ini ke depan.
Ia menyebut KONI-Bayan Championship berpotensi menjadi agenda nasional, dengan skala dan sistem pertandingan yang lebih matang.
“Tahun depan kami ingin mengundang peserta dari luar Kalimantan. Targetnya bisa masuk dalam kalender resmi Pengurus Besar TI (Taekwondo Indonesia) dan naik level ke grade B atau bahkan A,” tuturnya.
KONI-Bayan Championship 2025 merupakan hasil kerja sama antara KONI Kaltim dan PT Bayan Resources dalam upaya memperluas akses pembinaan atlet daerah melalui kompetisi terbuka.
Selain taekwondo, cabang olahraga lain yang dipertandingkan dalam championship ini antara lain karate, pencak silat, dan sepak bola. (*)
Editor : Almasrifah