“Kami sudah ajukan dengan kebutuhan anggaran mencapai Rp4 miliar. Tapi pastinya dapat berapa belum tahu,” kata Jamaluddin.
Sebelumnya KONI Bontang mengajukan dana hibah untuk selama satu tahun dengan nominal Rp5,1 miliar. Jumlah ini dipastikan berkurang karena pembiayaan hanya bisa dimasukkan mulai Agustus hingga akhir tahun. Nantinya untuk dana hibah ini akan diprioritaskan untuk keikutsertaan dalam praporprov.
“Kebetulan praporprov juga diundur menjadi Agustus hingga Desember. Jadi ini bisa masuk,” ucapnya.
Menurutnya keikutsertaan praporprov sangat penting. Karena ini menjadi seleksi atlet untuk yang berlaga di porprov tahun depan di Paser. Event olahraga terbesar di tingkat provinsi ini tentunya menyita perhatian bagi insan atlet Bontang.
“Anggaran praporprov itu lumayan. Terpenting bisa ikut itu,” tutur dia. Diketahui, pada Porprov 2022 silam Kontingen Bontang berada di urutan keenam. Juara umum dipegang Samarinda dengan 254 emas, 183 perak, dan 204 perunggu. Disusul tuan rumah Berau dengan 198 emas, 140 perak, dan 186 perunggu.
Kontingen Bontang berhasil menyumbang 277 medali. Rinciannya 53 emas, 77 perak, dan 147 perunggu. Jumlah tersebut melampaui target KONI yang mematok hanya 42 emas. (*)
Editor : Ismet Rifani