BALIKPAPAN – Polemik dana hibah yang sempat dialami KONI Kaltim, memicu gejolak yang sama di tubuh KONI Balikpapan. Hal itu pun membuat pengurus KONI Balikpapan turut mempertanyakan kejelasan dana hibah mereka.
Sekretaris KONI Balikpapan Hasbi Muhammad mengatakan, rapat yang dilakukan menyikapi situasi hari ini. Usai melihat kegelisahan KONI Kaltim, terkait realisasi hibah yang berdampak untuk kegiatan cabor.
“Tapi alhamdulillah dari update terbaru kami lihat bahwa KONI Kaltim sudah penandatanganan SK hibah. Satu langkah tentunya proyeksi sukses ke depan sudah terlihat,” ujarnya.
Akan tetapi, lanjutnya, persoalan ini tampaknya berimbas kepada KONI kabupaten/kota lainnya. Yang hampir semuanya mengalami polemik anggaran.
Hasbi mengatakan, pihaknya pun kembali menyinggung dana hibah KONI Balikpapan tahun 2025. Yang disebut mencapai Rp 3 miliar, berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Murni 2025.
Akan tetapi, pihaknya mempertanyakan mengapa dana ini tidak dicairkan hingga saat ini.
“Padahal kalau itu dicairkan, bisa menyelesaikan kekhawatiran para cabor juga untuk Kejurprov dan Pra Porprov,” sebutnya.
Pada rapat koordinasi yang dipimpinnya, mereka pun memutuskan untuk membentuk tim kecil. Yang bertugas untuk menanyakan kembali ke Disparpora Balikpapan, apakah dana itu akan dicairkan atau tidak.
“Tim akan mengadap pada Senin (28/7) nanti. Jika memang tidak dicarikan, kami mau tahu kurangnya apa. Karena semua prosedur sudah kami penuhi. Tapi terakhir kami ajukan bulan Juni, katanya masih perbaikan administrasi,” jelasnya.
Hasbi juga menyinggung soal gejolak transisi kepengurusan induk organisasi olahraga di Balikpapan ini. Di mana, periode kepengurusan KONI Balikpapan bakal segera berganti tahun depan.
Ia menilai, dinamika ini mestinya dikesampingkan lebih dulu. Untuk kemudian fokus pada persiapan Porprov Kaltim VIII/2026, yang sudah di depan mata.
“KONI Balikpapan masih yakin bahwa tujuan kita sama, sukses untuk Pra Porprov dan Porprov. Saya optimis Balikpapan bisa mendongkrak prestasi pada Porprov Paser nanti asalkan kolaborasi dan niat baik itu sama-sama diwujudkan,” tambahnya.
Baca Juga: Krisis Dana KONI Kaltim, Puluhan Cabor Terancam Absen dari Kejurnas dan BK PON
Di sisi lain, Hasbi beranggapan bahwa merealisasikan dana hibah akan lebih rasional dibanding menanti anggaran tambahan yang diusulkan Disparpora Balikpapan. Di mana sebelumnya, Disparpora Balikpapan memang mengusulkan anggaran untuk Pra Porprov senilai Rp 1,8 miliar pada APBD Perubahan 2025.
Terlebih, sambungnya, jika pun disetujui pada September, realisasi APBD-P 2025 baru bisa dipakai sekitar Oktober atau November. Tentunya, waktu ini disebut terlalu mepet untuk persiapan Porprov nanti.
Karenanya, pihaknya menegaskan apakah dana hibah 2025 dapat dicairkan atau tidak.
“Karena keraguan ini, bahkan muncul kesepakatan dari teman-teman, tidak akan mengikuti rangkaian kegiatan kejuaraan karena ketiadaan anggaran dan waktunya mepet. Kita tidak boleh terlena di ujung-ujung seperti tahun Porprov 2022 lalu,” tutupnya.
Editor : Muhammad Ridhuan