Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Regenerasi Aman, Siapkan Atlet Gulat Kaltim untuk 2032-2036

Raden Roro Mira Budi Asih • Sabtu, 13 September 2025 | 17:57 WIB
MASA DEPAN: Untuk menjaga regenerasi atlet, setiap tahunnya gulat Kaltim menggelar empat kali kejuaraan khusus pembinaan.
MASA DEPAN: Untuk menjaga regenerasi atlet, setiap tahunnya gulat Kaltim menggelar empat kali kejuaraan khusus pembinaan.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Bagi Rudiansyah, atau yang akrab disapa Keke, gulat bukan sekadar olahraga. Dia adalah tonggak pembinaan karakter, disiplin, dan daya juang anak-anak muda Kaltim. Karena itu, soal regenerasi atlet ia tak pernah main-main. Sejak usia dini, bibit sudah disiapkan agar tongkat estafet prestasi tidak terputus.

“Kalau untuk regenerasi tetap berjalan, memiliki beberapa sumber, yaitu dari PPLD (Pusat Pendidikan dan Latihan Daerah) di Samarinda ada, di Kutai Kartanegara juga ada. Kemudian dari SKOI (Sekolah Khusus Olahraga Internasional) Kaltim. Di sana ada beberapa calon-calon penerus gulat, usia dini yang dibina, yang dipersiapkan ke depannya,” terang Keke.

Menurutnya, pembinaan tidak bisa menunggu sampai usia dewasa. Bahkan minat itu sudah ada sejak usia tiga tahun. Menurutnya, itu adalah usia termuda yang masuk dalam pembinaan. Ditegaskan jika poin utamanya adalah ketertarikan atau kesenangan terhadap dunia gulat dahulu.

Setiap tahun, Keke dan jajaran rutin menggelar empat kali kejuaraan khusus pembinaan. Tahun ini saja sudah tiga kali digelar, dan yang keempat akan berlangsung Oktober nanti di Paser. Agenda itu bukan sekadar pertandingan, melainkan ruang belajar nyata untuk atlet muda.

“Rutin setiap tahun 4 kali, atlet dipersiapkan. Jadi untuk 2032–2036 sudah disiapkan dari sekarang,” ujar pelatiha gulat Kaltim itu dengan mantap.

Namun, gulat memang berbeda dengan cabang olahraga lain. Sifatnya ekstrem, penuh kontak fisik, dan berisiko cedera. Hal itu membuat sebagian orang tua ragu melepas anaknya. Tantangan itu disiasati dengan pendekatan khusus, termasuk roadshow ke sekolah-sekolah agar anak-anak mengenal gulat dari sisi menyenangkan lebih dulu.

“Maunya suka dulu, teknik itu mengikuti ke depannya,” tutur Keke. Prinsip itu yang membuat anak-anak lebih betah, merasa gulat sebagai permainan sekaligus olahraga.

Dengan pendekatan demikian, regenerasi tidak pernah macet. Dari Samarinda, Kukar, hingga berbagai kabupaten, bibit terus muncul. Mereka menjadi harapan besar Kaltim untuk tampil di arena nasional bahkan internasional pada satu dekade mendatang.

Bagi Keke, regenerasi bukan sekadar melahirkan juara. Lebih dari itu, dia adalah cara membangun kebanggaan daerah, bahwa gulat bisa terus eksis di tengah persaingan ketat cabang olahraga lain.

“Semua tetap jalan, apa hasil kejuaraan dimanapun, tetap fokus ke pembinaan. Jadi memang sudah dipersiapkan bibitnya untuk 5-10 tahun ke depan,” pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#regenerasi #kaltim #prestasi #atlet #gulat