KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Semangat atlet Kaltim untuk berlatih terus membumbung tinggi. Bahkan saat jerih payah mereka belum dibayar lunas oleh pemerintah daerah. Seperti yang dijalani atlet hoki putri, Nurasiah.
Dia terus mengasah skillnya agar berada di performa terbaik dan selalu siap membela nama daerah jika keringatnya dibutuhkan. Ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim 2026 menjadi bidikan.
Meski mengaku kecewa dengan kondisi yang ada, Nurasiah menegaskan dirinya tetap berkomitmen menjalani latihan secara konsisten.
"Saya cinta sama olahraga hoki. Jadi saya selalu menekuni olahraga ini dan menanamkan keyakinan dalam diri untuk harus latihan maksimal. Karena kalau mau prestasi, harus mengikuti setiap alur proses latihan. Itu yang membuat saya sampai saat ini terus berlatih,” ungkap perempuan yang akrab disapa Asiah tersebut.
Namun, di balik semangat yang terus ia jaga ada kekecewaan mendalam terkait bonus prestasi yang hingga kini belum dia terima. Bahkan sampai sekarang belum ada kepastian terkait besaran bonus emas PON yang dijanjikan.
“Untuk saat ini kekecewaan pasti ada. Baik dari kota Balikpapan hingga provinsi, kabar terkait bonus belum ada sama sekali. Bahkan titik terang jumlah bonus yang akan kami terima juga belum jelas. Padahal daerah lain seperti Samarinda, Kutai Timur, Berau sudah cair dari awal tahun. Juga provinsi lain seperti Jabar, DKI Jakarta dan Sumut," ungkap peraih medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI 2024 itu.
Meski menghadapi situasi yang tidak ideal, Nurasiah tetap menjaga profesionalisme. Ia menekankan bahwa motivasinya tidak boleh luntur hanya karena hambatan administratif. Baginya, kebanggaan sebagai atlet adalah berprestasi untuk daerah dan negara.
Dia pun memupuk harapan, perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan atlet dapat segera diwujudkan, sehingga para pejuang olahraga ini dapat fokus mengejar prestasi tanpa harus terbebani masalah finansial. “Harapan saya, semoga olahraga tidak dijadikan bahan politik. Kami atlet hanya tahu latihan, juara dan berprestasi untuk membanggakan Kaltim. Termasuk membanggakan kota kami. Itu yang utama,” tutupnya.
Dia turut mengajak para atlet di Kaltim untuk terus berjuang keras, bukan hanya di lapangan, tetapi juga dalam menghadapi keterbatasan dukungan. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo