KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Squash Balikpapan cukup serius dalam regenerasi atlet. Salah satunya, dengan ambil bagian di Siliwangi Squash Junior Open 2025, 17–20 September.
Pada ajang yang berlangsung di Siliwangi Squash Center, Bandung tersebut, total enam atlet muda yang bakal unjuk kebolehan. Yang mana, mereka ditargetkan dapat beradaptasi dengan euforia kejuaraan skala nasional.
“Kami tidak terlalu menarget medali, tetapi bagaimana anak-anak bisa merasakan atmosfer turnamen level nasional, beradaptasi dengan tekanan, dan belajar dari lawan-lawan yang lebih berpengalaman. Kalau bisa masuk semifinal, itu sudah pencapaian luar biasa,” ujar Ketua Pengurus Cabang Persatuan Squash Indonesia (PSI) Balikpapan Yasmiati.
Karenanya, dia menyebut bahwa partisipasi ini menjadi langkah penting dalam pembinaan serta regenerasi atlet squash di Balikpapan. Meski tidak membebani anak-anak dengan target tinggi, ia berharap para atlet bisa tampil percaya diri dan menjadikan kejuaraan ini sebagai pengalaman berharga.
Dia juga menilai, keikutsertaan para atlet di berbagai kategori umur ini sejalan dengan program jangka panjang PSI Balikpapan. Yakni, untuk mencetak generasi penerus squash yang tangguh. Meski diakui, tuan rumah yakni Jawa Barat dan DKI Jakarta memang menjadi lawan terkuat.
“Kami ingin anak-anak punya mental bertanding sejak dini. Hasil memang penting, tapi yang terpenting mereka dapat pengalaman dan motivasi untuk berlatih lebih keras ke depannya,” pungkas dia.
Ada pun para atlet yang turun di antaranya Rihad Yaqzan Mumtaz Suangi (U-11 Putra), Muhammad Maher Tsaqeef Putra Tarendre (U-11 Putra), Muhammad Azka Faeyza (U-15 Putra), Cinthia Paramita (U-15 Putri), Sarfaraz Ikram Salwa (U-17 Putra) dan Aitsila Fauziah Fadly (U-19 Putri). (*)
Editor : Ismet Rifani