KALTIMPOST.ID, KUKAR-TIM Kecamatan Loa Janan harus mengakui kekalahannya dari Loa Kulu dalam perebutan tempat ketiga Bupati Cup 2025. Bermain di Stadion Rondong Demang Tenggarong, Jumat (26/9), Loa Janan kalah dengan skor 0-2.
Pelatih Loa Janan Sefliansyah mengakui timnya kalah. Ada beberapa faktor yang membuat Loa Janan kalah dalam laga tersebut.
"Kami memang tidak dalam performa terbaik, dua pemain cedera, dua lagi tidak dapat izin dari tempat kerja, dan satu lagi orangtuanya meninggal dunia. Jadi kami memaksimalkan pemain yang ada. Hasilnya kami kalah. Selamat untuk tim Loa Kulu," ungkap Sefliansyah.
Secara permainan, Sefli mengatakan timnya cukup mendominasi. Namun, lini depan kurang efektif dalam memanfaatkan peluang. Sedangkan Loa Kulu berhasil memanfaatkan setiap peluang yang tercipta. Ditambah lagi kepemimpinan wasit tengah Wahyudin dinilai plin-plan dalam mengambil keputusan.
"Untuk wasit sekelas final perebutan tempat ketiga harusnya dipimpin wasit yang benar-benar bagus dalam mengambil keputusan. Saya cukup menyayangkan beberapa keputusan ngawur yang diambil wasit Wahyudin atau yang sering dipanggil Ayas. Ada momen di mana pemain kami dilanggar tapi tidak dianggap pelanggaran, itu yang akhirnya membuat pertandingan berjalan dengan tensi panas," imbuhnya.
Wasit memang tidak berpihak ke salah satu tim. Tapi dia menilai beberapa keputusan yang diambil menggambarkan bahwa Wahyudin kurang layak memimpin pertandingan krusial. Tidak hanya Loa Janan, tapi keputusan juga merugikan Loa Kulu.
"Itu harus ada evaluasi dari Askab PSSI Kukar, jangan sampai dibiarkan. Yang merusak permainan itu bukan pemain tak paham taktik, tapi wasit yang terlalu sering salah dalam mengambil keputusan. Kami paham, wasit juga manusia biasa, enggak bisa sempurna. Tapi klo salahnya terlalu sering kan tim dirugikan. Semoga itu bisa jadi catatan untuk exco yang membawahi wasit," pungkas Sefli. (*)
Editor : Dwi Restu A