KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – KONI Balikpapan menyoroti hasil verifikasi faktual yang dilakukan KONI Kaltim, terkait mosi tidak percaya. Pasalnya, proses yang dilakukan pekan lalu tersebut, dinilai masih tersirat kejanggalan.
Sekretaris KONI Balikpapan Hasbi Muhammad mengatakan, mosi tidak percaya mestinya punya dasar yang jelas dan diverifikasi secara profesional. Di mana syarat administratif, seperti keabsahan tanda tangan dan jumlah dukungan cabor, harus betul-betul diverifikasi.
Jika unsur itu sudah terpenuhi, katanya, KONI Kaltim boleh melakukan verifikasi dengan standar benar.
“Jangan kesannya verifikasi asal-asalan lalu langsung simpulkan. Mekanismenya panjang, tidak mungkin tiba-tiba ada caretaker minggu depan,” tegasnya.
Kendati begitu, ia menekankan bahwa KONI Balikpapan tidak menolak verifikasi dari KONI Kaltim. Hanya, pihaknya berharap agar prosesnya tidak dijadikan alat permainan politik.
“Kami tidak melarang verifikasi, silakan saja. Tapi jangan sampai mosi ini hanya akal-akalan. Bahkan Ketua KONI Pusat pernah mengatakan hal yang sama, bahwa mosi ini hanya titipan politik,” tambah Hasbi.
Lebih lanjut, ia juga ingin memastikan bahwa kepengurusan KONI Balikpapan memegang komitmen. Bahwa, mereka akan menyelesaikan masa baktinya hingga tuntas. Dia juga mengajak semua pihak untuk menyelesaikan persoalan ini dengan cara yang baik. Serta, meminta keterlibatan pemerintah daerah.
“Ayo kita bicara baik-baik. Pemerintah juga harus tuntaskan tanggung jawabnya. Jangan seolah kami tidak berbuat, padahal yang kami lakukan ini mati-matian demi olahraga Balikpapan,” tuntas dia.
Sebelumnya, sejumlah cabang olahraga (cabor) resmi melayangkan mosi tidak percaya terhadap Ketua KONI Balikpapan periode 2022–2026, Mochammad Ridwan Andreas. Hal itu ditindaklanjuti dengan verifikasi faktual yang dilakukan Kabid Organisasi KONI Kaltim Fahri, di Swiss-Belhotel Balikpapan, pekan lalu. (*)
Editor : Ismet Rifani