KALTIMPOST.ID-Babak Kualifikasi (BK) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII cabang olahraga (cabor) boling resmi dimulai.
Sebanyak 60 atlet dari tujuh kabupaten/kota ikut ambil bagian dalam ajang yang berlangsung 3–12 Oktober 2025 di SportsHub 77 Boling Center Samarinda, Jalan Pipit, eks Bandara Temindung.
Pelaksanaan babak kualifikasi ini sempat mengalami perubahan jadwal. Sejumlah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) kabupaten/kota mengajukan penyesuaian waktu karena kendala anggaran.
Panitia kemudian menyusun ulang jadwal agar semua daerah bisa berpartisipasi penuh dalam kompetisi tersebut.
Terdapat 13 kategori yang dilombakan, mencakup single putra-putri, double putra-putri, double mix, tim empat putra-putri, all event putra-putri, master putra-putri, hingga kategori single usia 30 tahun ke atas.
Dari total peserta, 35 atlet putra dan 25 atlet putri mewakili Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara, Bontang, Kutai Timur, Samarinda, Balikpapan, dan Kutai Barat.
Ketua Umum Persatuan Boling Indonesia (PBI) Kaltim Rusman Ya’qub menyebut pelaksanaan BK ini sebagai bagian dari program regenerasi atlet.
Ia menjelaskan bahwa 70 persen peserta berasal dari kelompok usia di bawah 30 tahun. Hal ini sejalan dengan program percepatan peremajaan atlet KONI Kaltim.
“Boling ini unik, puncak prestasi bisa dicapai di usia 45–50 tahun. Tapi program KONI dan Dispora tetap kami laksanakan. Maka dari itu kami tambahkan satu slot untuk usia 30 ke atas. Saya sendiri terdaftar sebagai atlet cadangan,” jelas Rusman dalam sambutannya.
Rusman juga menyoroti perkembangan infrastruktur olahraga boling di Kaltim. Saat ini terdapat tiga boling center aktif, yakni Balikpapan, Bontang, dan SportsHub 77 Samarinda yang baru beroperasi enam bulan.
Dalam waktu singkat, fasilitas tersebut telah melahirkan atlet-atlet junior berprestasi. Buktinya, Kaltim berhasil meraih gelar juara umum II dalam Kejurnas Junior Agustus lalu.
“Kami berharap jumlah lane di sini bisa ditambah. Kalau sudah punya minimal 16 lane, kejuaraan nasional bisa digelar di Kaltim,” katanya.
Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kaltim Rasman Rading menegaskan dukungan penuh pemerintah provinsi terhadap pembinaan cabor boling.
Menurutnya, kehadiran SportsHub 77 menjadi energi baru untuk pengembangan boling di Benua Etam.
“Pemerintah harus hadir memberikan dukungan. Ke depan, pembinaan juga perlu menyasar sekolah-sekolah agar makin banyak atlet potensial muncul,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Harian KONI Kaltim, Husinsyah, yang secara resmi membuka ajang tersebut, memberikan apresiasi kepada PBI Kaltim.
Ia menilai perjuangan Rusman Ya’qub dan jajarannya telah membuka jalan bagi kemajuan boling daerah.
“Dulu sarana sangat terbatas. Sekarang dengan adanya sport center di Samarinda, kita optimistis prestasi boling Kaltim akan meningkat,” ucapnya.
BK Porprov VIII ini menjadi ajang seleksi bagi atlet-atlet terbaik yang akan tampil di Porprov VIII/2026 di Paser.
Diharapkan, melalui kompetisi ini lahir atlet-atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama Kaltim, tidak hanya di tingkat provinsi tetapi juga nasional hingga internasional. (rd)
NASYA RAHAYA
@nasyarahaya
Editor : Romdani.