KALTIMPOST.ID, SAMARINDA — Suasana kompetisi kembali menggeliat di Gedung Serbaguna, kompleks Gelora Kadrie Oening, Samarinda. Sorak dukungan terdengar sejak pagi, menandai dimulainya Babak Kualifikasi (BK) Porprov 2025, Senin (10/11/2025).
Sebanyak 10 kabupaten/kota ambil bagian dalam ajang ini. Mereka akan bersaing di enam nomor sekaligus, yakni indoor, beach, dan outdoor, baik untuk kategori putra maupun putri.
Di balik semangat kompetisi itu, terselip misi penting: regenerasi. Ketua Asosiasi Bola Tangan Indonesia (ABTI) Kaltim, Suryadi Gunawan, menegaskan bahwa babak kualifikasi kali ini bukan hanya ajang seleksi menuju Porprov 2026, tetapi juga bagian dari pembinaan jangka panjang.
“Bola tangan harus disiapkan sejak dini. Walau ini kategori senior, ada juga pemain usia SMP, 15–16 tahun, yang ikut bertanding,” ujarnya.
Suryadi menuturkan, pertandingan digelar di area sekitar lapangan tenis Gelora Kadier Oening. Nomor beach dan outdoor memanfaatkan lapangan rumput serta pasir sebagai alternatif, mengingat Kaltim belum memiliki lapangan standar nasional.
“Peraturannya tetap sama. Kami sesuaikan dengan kondisi lapangan yang ada,” tambahnya.
Pemusatan pelaksanaan di Samarinda, lanjutnya, dilakukan demi efisiensi. Rencana awal yang semula di Balikpapan urung dijalankan karena pertimbangan biaya dan masukan dari sejumlah daerah peserta.
“Yang penting pelaksanaannya tetap berjalan lancar dan memberi manfaat untuk pembinaan atlet,” katanya.
Tak hanya menyiapkan atlet muda, ABTI Kaltim juga menatap masa depan dengan optimisme. Baru-baru ini, tim bola tangan Kaltim mencatat prestasi gemilang di Kejurnas Senior Pontianak, 22–31 Oktober lalu.
Dalam kejuaraan itu, Kaltim membawa pulang dua emas, satu perak, dan satu perunggu, sekaligus menempatkan diri sebagai juara umum bersama DKI Jakarta.
“Alhamdulillah, capaian ini jadi penyemangat kami untuk terus mengejar target berikutnya,” tutup Suryadi. (*)
Editor : Ery Supriyadi