KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN — Semangat juang para atlet muda Balikpapan kembali menyala. Setelah persiapan panjang, kontingen Kota Minyak akhirnya resmi dilepas menuju Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kalimantan Timur XVII/2025 di Penajam Paser Utara (PPU), yang berlangsung pada 15–27 November.
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, secara langsung melepas rombongan di Balai Kota Balikpapan, Senin (10/11/2025). Suasana penuh semangat tampak saat ratusan atlet berdiri tegak mengenakan seragam kontingen, siap membawa nama baik kota di ajang pelajar terbesar se-Kaltim itu.
Dari keterangan Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Balikpapan, Ratih Kusuma, total 362 atlet dikirim mewakili 16 cabang olahraga (cabor).
“Untuk tempat pertandingannya, 12 cabor di PPU, dua di Balikpapan, satu di Kukar, dan satu di Samarinda,” jelas Ratih.
Ia menyebut beberapa cabang olahraga sudah mulai bertanding pada 15 November, sementara pembukaan resmi Popda akan digelar beberapa hari kemudian.
Ratih juga menegaskan, target Balikpapan kali ini tidak main-main. Setelah hanya finis di peringkat kedua di Popda sebelumnya di Kabupaten Paser, mereka bertekad memboyong gelar juara umum.
“Kami sangat optimis. Mohon doa masyarakat Balikpapan. Cabor unggulan kami seperti panahan, judo, dan pencak silat sudah disiapkan secara matang,” katanya.
Menurutnya, proses seleksi hingga pemusatan latihan telah dijalankan dengan ketat. Semua atlet telah melewati tahap evaluasi fisik dan mental sebelum berangkat ke PPU.
Sementara itu, Wali Kota Rahmad Mas’ud menambahkan pesan khusus bagi para atlet muda. Ia menekankan pentingnya sportivitas dan menjaga nama baik kota selama berlaga.
“Semoga membawa nama baik Balikpapan. Tunjukkan bahwa kalian beradab, sopan, dan sportif di mana pun bertanding,” ujarnya.
Rahmad juga berharap seluruh atlet menjaga kesehatan dan kekompakan selama mengikuti Popda. Ia yakin, kerja keras dan semangat juang para atlet akan menjadi kunci menuju gelar juara umum.
“Sukses untuk seluruh kontingen Balikpapan. Buktikan bahwa kita bisa jadi yang terbaik,” tutupnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi