KALTIMPOST.ID, SAMARINDA — Kalimantan Timur kembali menyalakan bara semangat di cabang olahraga bridge. Setelah sekian lama tenggelam dari puncak prestasi, kini langkah baru mulai disusun untuk mengulang masa kejayaan seperti di era 1996.
Saat itu, Bumi Etam mencetak sejarah dengan raihan dua medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XIV/1996 Jakarta. Kini, semangat yang sama dihidupkan melalui dua ajang bergengsi yang digelar bersamaan — Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Bridge 2025 dan Babak Kualifikasi (BK) Porprov VIII 2026.
Kegiatan resmi dibuka pada Senin (10/11/2025) malam di Gedung Guru, Jalan Harva, Samarinda, dan akan berlangsung hingga 14 November mendatang. Momen ini menjadi titik awal kebangkitan bridge Kaltim menuju Paser 2026.
Baca Juga: Bridge Kaltim Panaskan Akhir Tahun, Dua Turnamen Sekaligus
Wakil Ketua Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (Gabsi) Kaltim, Akhmad Albert, mengatakan sebanyak 79 atlet turut ambil bagian. Mereka berasal dari delapan kabupaten/kota se-Kaltim dan terbagi dalam kategori junior serta senior.
“Kegiatan ini menjadi langkah nyata untuk memperkuat pembinaan atlet, baik dari tingkat sekolah hingga daerah. Junior menjadi fondasi utama masa depan bridge Kaltim,” ujarnya.
Menurut Albert, pelaksanaan dua agenda sekaligus merupakan strategi pembinaan berjenjang agar regenerasi berjalan beriringan. “Kejurprov Junior diikuti enam kabupaten/kota, sedangkan BK Porprov diikuti delapan daerah. Para atlet muda harus disiapkan sejak dini agar bisa menjadi andalan di level nasional,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras menegaskan pentingnya menjaga kesinambungan prestasi dan semangat juang. Ia mengingatkan, sejarah emas bridge Kaltim di PON 1996 tidak boleh berhenti sebagai kenangan.
“Bridge ini pernah membawa dua emas di PON 1996. Sekarang saatnya kita bangkit lagi. Regenerasi harus terus dilakukan agar tradisi prestasi tak terputus,” katanya.
Bridge, lanjut Rusdiansyah, merupakan olahraga yang menuntut ketajaman mental dan strategi, bukan kekuatan fisik semata. Karena itu, pembinaan sejak usia muda menjadi kunci utama. “Sekarang banyak juara dunia berusia belasan tahun. Semakin cepat kita siapkan atlet junior, semakin besar peluang untuk berprestasi,” ujarnya.
Baca Juga: Persiba Balikpapan Siap Jalani Putaran Kedua, Lima Laga Berlangsung di Stadion Batakan
Meski cabang bridge tidak dipertandingkan pada PON XXII/2028 Nusa Tenggara KONI Kaltim memastikan dukungan penuh terhadap pembinaan atlet.
“Tidak perlu berkecil hati. Bridge tetap punya tempat di ajang olahraga nasional, termasuk kategori permainan indoor. KONI akan terus mendampingi setiap upaya pembinaan,” tegasnya.
Dengan semangat regenerasi dan kompetisi berkelanjutan, Bridge Kaltim menatap masa depan dengan optimisme baru — menyiapkan langkah pasti menuju Paser 2026 dan mengembalikan kejayaan di kancah nasional. (*)
Editor : Ery Supriyadi