Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

KONI Kaltim Siapkan Terapis Olahraga Bersertifikat Nasional, Gaet Narasumber Top dari Jakarta

Ery Supriyadi • Selasa, 11 November 2025 | 19:22 WIB
Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras.
Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA — Prestasi atlet tak hanya ditentukan oleh latihan keras dan strategi matang. Di balik performa mereka, ada peran penting tenaga pemulihan yang terlatih dan profesional. Menyadari hal itu, KONI Kalimantan Timur menyiapkan langkah besar untuk memperkuat fondasi pendukung prestasi olahraga daerah.

Melalui program Pelatihan Sport Massage Level 1 Nasional, KONI Kaltim bertekad mencetak tenaga terapis bersertifikat yang siap mendampingi atlet di berbagai cabang olahraga. Kegiatan strategis ini dijadwalkan berlangsung pertengahan Desember 2025 di Samarinda.

Ketua Umum KONI Kaltim Rusdiansyah Aras menjelaskan, pelatihan ini merupakan bagian dari upaya sistematis dalam peningkatan kualitas SDM olahraga, khususnya di bidang sport recovery.

“Setiap atlet Pelatda harus ditangani oleh tenaga sport massage yang kompeten dan bersertifikat. Ini penting untuk menjaga kebugaran, mencegah cedera, serta meningkatkan performa mereka,” ujarnya.

Kegiatan ini digagas setelah Rusdiansyah melakukan pertemuan dengan Ketua Bidang Sport Science KONI Kaltim, drg Muhammad Robby Wardhana, bersama anggota timnya, dr Galih, dosen dari Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT).

Demi menjaga kualitas pelatihan, KONI Kaltim menggandeng narasumber tingkat nasional.
“Dari hasil pembicaraan, kami memastikan pelatihan ini akan dipandu langsung oleh Prof Suprayitno, salah satu ahli sport science terkemuka di Indonesia,” jelas Rusdi.

Ia menambahkan, peserta yang lulus akan memperoleh sertifikat resmi dari Lankor (Lembaga Anti Doping dan Pendidikan Pelatih Olahraga Nasional) — lembaga nasional yang diakui dalam pembinaan tenaga olahraga.

Untuk tahap awal, pelatihan ini akan dibatasi hanya 20 peserta. Pembatasan dilakukan agar proses pembelajaran lebih efektif dan fokus.

“Peserta yang kami undang berasal dari cabang olahraga bela diri, hoki, dan rugby. Masing-masing cabor mengirim satu perwakilan terapis untuk mengikuti pelatihan,” terang Rusdi.

KONI Kaltim berharap program ini menjadi langkah awal yang signifikan dalam memperkuat tim pendukung atlet, terutama jelang berbagai agenda olahraga besar di tahun mendatang.
“Ini bukan sekadar pelatihan, tapi investasi jangka panjang bagi prestasi olahraga Kaltim,” tutup Rusdi dengan optimisme. (*)

Editor : Ery Supriyadi
#pelatihan #sertifikasi #KONI kaltim #terapis olahraga #Sport Massage #pelatda