KALTIMPOST.ID, SAMARINDA — Semangat pembinaan olahraga di Kalimantan Timur terus menyala. Tak hanya fokus pada cabang populer, Kaltim kini menaruh perhatian besar pada olahraga baru yang tengah naik daun: pickleball.
Melalui gelaran Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Pickleball Junior dan Babak Kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2025, langkah strategis ini menjadi bukti keseriusan Kaltim membangun fondasi atlet muda berprestasi sejak dini.
Ajang yang berlangsung 6–11 November 2025 di Hall Basket, kompleks Gelora Kadrie Oening, Samarinda, itu diharapkan menjadi batu loncatan menuju level nasional.
Di tengah atmosfer kompetisi yang hangat, Ketua Umum Indonesia Pickleball Federation (IPF) Kaltim, Andi Faizal Sofyan Hasdam, menegaskan bahwa kejuaraan ini bukan sekadar ajang mencari juara. Lebih dari itu, menjadi sarana untuk memetakan potensi dan arah pembinaan ke depan.
“Kami ingin melihat sejauh mana perkembangan atlet junior di daerah. Dari sini kita tahu potensi masing-masing kabupaten/kota,” ujar Andi Faisal.
Sebanyak 130 atlet dari enam kabupaten/kota ambil bagian dalam tujuh nomor pertandingan. Selain menjadi ajang seleksi untuk Porprov VIII di Paser 2026, kompetisi ini juga menegaskan posisi pickleball sebagai cabang olahraga masa depan yang tengah berkembang pesat di Indonesia.
Andi Faizal menilai semangat juang dan kedisiplinan atlet muda Kaltim adalah modal utama untuk menembus level nasional. Ia optimistis, jika pembinaan dilakukan secara berkesinambungan, pickleball bisa menjadi cabang andalan baru bagi Bumi Etam.
“Pickleball mungkin baru, tapi potensinya besar. Kami ingin Kaltim jadi pionir yang melahirkan atlet hingga bisa bersaing di PON, bahkan Olimpiade,” pungkasnya penuh keyakinan.
Dengan dukungan penuh dari KONI dan Dispora Kaltim, olahraga ini diharapkan mampu melahirkan generasi baru atlet berprestasi yang mengharumkan nama daerah — bahkan di panggung dunia. (*)
Editor : Ery Supriyadi