KALTIMPOST.ID – Cabang olahraga panahan Kaltim sedang naik daun. Sejak Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024 hingga Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2025 Jakarta, panahan tak pernah absen berkontribusi emas untuk Bumi Etam.
Tak hanya itu, di Sukan Borneo beberapa waktu lalu juga panahan mendulang emas. Pun demikian di Kejuaraan Nasional Panahan di Bali 2025, kembali panahan meraih medali emas. Di balik prestasi gemilang panahan, ada organisasi Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kaltim yang sehat.
Ya, di bawah kepemimpinan Sutomo Jabir, panahan Kaltim perlahan bangkit. Di kepengurusan perpani, Sutomo menekankan profesionalitas organisasi. Terutama di sektor pelatih yang dituntut fair dalam memilah atlet. Sutomo mengharamkan setiap pelatih memilih atlet berdasarkan suka-tidak suka.
"Saat ini untuk atlet yang kita loloskan ke event nasional adalah benar-benar atlet yang terpilih dengan seleksi ketat. Tidak ada lagi memilih atlet karena dari klub tertentu," terang Sutomo Jabir.
Dengan sistem ini, Sutomo ingin memberikan kesempatan kepada semua klub melakukan pembinaan yang baik. Sehingga kerja keras klub dalam membina atlet tidak kalah dengan relasi di pengprov.
"Intinya semua klub berkesempatan mengorbitkan atletnya. Yang memang memiliki kemampuan baik, akan kami berikan kesempatan," ucapnya.
Sutomo berharap prestasi panahan Kaltim bisa terus meningkat. "Mempertahankan lebih sulit dari mengejar. Jadi saya berpesan kepada atlet agar bisa terus berlatih tanpa merasa cepat puas," tukasnya. (*)
Editor : Duito Susanto