KALTIMPOST.ID, SAMARINDA — Suasana dunia olahraga di Mahakam Ulu kembali memanas. Setelah sederet cabang olahraga buka suara, giliran pemerintah daerah yang menyoroti kondisi organisasi pembina atlet tersebut.
Gelombang keresahan meningkat karena situasi ini muncul di tengah persiapan menuju Babak Kualifikasi (BK) Porprov 2025, ketika dukungan organisasi sangat dibutuhkan.
Baca Juga: KONI Mahulu Mati Suri, Atlet Terancam Gagal Berlaga di BK Porprov
Pada pertengahan laporan, pandangan pemerintah daerah semakin menegaskan urgensi persoalan ini.
Bupati Mahulu, Angela Idang Belawan, menghubungi Ketua KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras, melalui sambungan video call untuk menyampaikan kegelisahan sekaligus desakan tindak lanjut.
Ia mengaku prihatin melihat atlet tetap berlatih tanpa pendampingan memadai akibat ketidakaktifan KONI Mahulu.
“Saya merasa miris melihat aktivitas para atlet yang berlatih menghadapi babak kualifikasi Porprov tanpa ada perhatian dari KONI Mahulu,” ujarnya.
Karena itu, Bupati Angela mendukung penuh langkah 17 cabor yang meminta KONI Kaltim menurunkan tim karteker.
Ia menilai pembentukan kepengurusan baru penting agar pembinaan atlet berjalan selaras dengan arah pembangunan daerah.
“Kami ingin segera menunjuk dan menetapkan ketua KONI Mahulu yang baru, yang bisa sinergi dan seirama dengan Pemkab Mahulu untuk membangun sumber daya manusia olahraga prestasi,” tegasnya.
Desakan tersebut mendapat respons cepat dari KONI Kaltim. Ketua KONI Kaltim, Rusdiansyah Aras, memastikan pihaknya siap turun tangan dan mempercepat proses perbaikan organisasi.
Baca Juga: Marselino Terbang ke Thailand: Timnas U-23 Dapat Kabar Baik Jelang SEA Games 2025
“Setelah kami berkoordinasi pada 27 November, saya akan menurunkan tiga anggota bidang organisasi yang diketuai Kabid Bidang Organisasi, Fahri Daeng Beta, ke Mahulu,” ujarnya.
Ia menargetkan struktur baru KONI Mahulu sudah dapat terbentuk pada Desember. Dengan langkah cepat ini, pembinaan atlet diharapkan kembali stabil sehingga persiapan menghadapi ajang olahraga provinsi dapat berjalan maksimal. (*)
Editor : Ery Supriyadi