KALTIMPOST.ID – Kecewa boleh, menyerah jangan. Kalimat itu setidaknya menggambarkan kondisi kontingen olahraga pelajar Kukar yang sedang mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) 2025 di Penajam Paser Utara (PPU).
Saat kontingen lain datang dengan atribut dari kepala hingga kaki, kontingen Kukar hanya mendapatkan jersey dan topi saja. Bahkan ada beberapa atlet yang harus berangkat dengan biaya pribadi. Salah satunya, Nur Raditya atlet atletik Kukar.
Untuk bisa sampai di PPU, sang ayah, Hendra mengatakan pihaknya lebih banyak merogoh kocek pribadi. Meski demikian, pengorbanan itu terbayar lunas. Sebab sang anak berhasil menyumbang tiga medali emas untuk Kukar.
“Alhamdulillah Raditya bisa meraih tiga emas di nomor jalan cepat, lari 1.500 meter, dan estafet 4x400. Padahal pembiayaan dari Pemkab sangat minim,” ucap Hendra baru-baru ini.
Hendra berharap, ke depan pemkab melalui Dispora dan KONI Kukar bisa lebih memberikan perhatian kepada atlet yang berjuang mengharumkan nama daerah. “Karena tiap cabor kan ada anggarannya,” tegasnya. (*)
Editor : Duito Susanto