KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kalimantan Timur kembali disorot sebagai daerah dengan potensi wisata alam besar. Dalam beberapa tahun terakhir, geliat pengembangan sport tourism mulai menunjukkan arah baru di provinsi ini.
Pada paruh pertengahan acara pelantikan Pengurus FAJI Kaltim masa bakti 2025–2029, potensi tersebut kembali mencuat ketika PB FAJI menegaskan komitmennya mendukung Kaltim memperkuat posisi sebagai destinasi arung jeram nasional.
Dukungan itu disampaikan langsung Ketua Umum PB FAJI, Mayjen TNI Mar (Purn) Saud Tambatua, di Aula Pusdiklat, kompleks Gelora Kadrie Oening, Samarinda, Kamis malam (27/11/2025).
Baca Juga: Pengurus FAJI Kaltim Dilantik, Arung Jeram Dibidik Jadi Mesin Emas PON 2028
Saud menilai Kaltim memiliki modal alam yang besar, termasuk tiga sungai yang dianggap paling siap dikembangkan menjadi jalur arung jeram unggulan: Kutai Timur, Kutai Barat, dan Paser. Menurutnya, jika dikelola profesional, ketiganya dapat bersaing dengan destinasi populer lainnya.
Ia bahkan mencontohkan kesuksesan Bali dalam memanfaatkan arung jeram sebagai magnet wisata. “Di satu lokasi di Bali itu tamunya per hari tidak kurang dari 2.000 orang. Bayangkan potensinya kalau Kaltim mengelola sungai-sungai ini dengan baik,” ujarnya.
Dari hitungan Saud, pengembangan arung jeram akan memberi dampak luas: mulai dari usaha lokal, koperasi desa, hingga peluang agenda family gathering perusahaan. Aksesibilitas juga menjadi faktor pendukung kuat karena jarak ke titik jeram relatif dekat dari kota besar seperti Samarinda dan Balikpapan.
Masuk ke bagian penjelasan teknis, Saud menegaskan bahwa arung jeram berdiri di atas empat pilar: prestasi, pariwisata, kebencanaan, dan lingkungan. FAJI, kata dia, memiliki sertifikasi penyelamatan air yang dapat membantu daerah rawan banjir, sementara aspek lingkungan menekankan pentingnya menjaga kebersihan sungai.
Saud berharap pengurus baru di bawah komando Ekti Imanuel mampu menghidupkan kembali aktivitas arung jeram di sekolah hingga perguruan tinggi. “Kalau diaktifkan, arung jeram ini bisa dahsyat. Saya ingin Kaltim menyalip Kalsel yang kemarin dapat medali di PON,” ujar Saud.
Terkait persiapan menuju PON 2028, PB FAJI masih bernegosiasi mengenai lokasi lomba. Saud memberi sinyal bahwa pertandingan dapat dipindah dari NTT—tuan rumah PON bersama NTB—karena daerah tersebut tak memiliki sungai berjeram yang layak.
Baca Juga: Fix Masuk Meja Menkeu Purbaya! Kenaikan Gaji PNS 2026 Bisa Terealisasi Asal 2 Syarat Ini Terpenuhi
Ia turut mengapresiasi pengurus sebelumnya yang berhasil mempersembahkan medali perunggu bagi Kaltim di PON. Kepada pengurus baru, Saud meminta agar pembinaan atlet diperkuat dan kegiatan arung jeram diperluas di masyarakat. “Kibarkan terus bendera FAJI, semarakkan di kalangan remaja dan mahasiswa. Hidupkan Arung Jeram Kaltim,” katanya.
Pelantikan ditutup dengan ajakan kolaborasi bersama Dispora, KONI Kaltim, dan pemerintah daerah untuk menjadikan arung jeram sebagai sektor unggulan. “Saya percaya Kaltim punya peluang besar. Dukungan kami penuh,” ucap Saud. (*)
Editor : Ery Supriyadi