KALTIMPOST.ID, SAMARINDA — Prestasi memukau kembali lahir dari arena pelajar. Di tengah persaingan ketat para atlet muda, satu nama berhasil mencuri sorotan berkat konsistensi dan ketangguhan yang ia tunjukkan sejak hari pertama pertandingan.
Nama itu muncul bukan dari kebetulan, tetapi dari proses panjang yang ditempa disiplin dan latihan berulang. Di titik inilah publik melihat bagaimana kerja keras seorang pelajar mampu berubah menjadi prestasi besar.
Raihan Fadhil Jasir, siswa SMAN 2 Samarinda, tampil gemilang pada Popda Kaltim XVII/2025 di Penajam Paser Utara. Dari enam nomor yang ia ikuti, empat berhasil ia amankan dengan medali emas, ditambah satu perak dari nomor estafet.
Pada pertengahan jalannya kejuaraan, Raihan mulai menunjukkan dominasinya di lintasan. Berlaga di nomor punggung dan gaya ganti, ia merebut emas pada 50 meter, 100 meter, dan 200 meter gaya punggung, serta emas di 200 meter gaya ganti putra. Raihan juga mempersembahkan perak untuk Samarinda di nomor 4x100 meter gaya ganti putra.
Prestasi itu ternyata berakar dari perjalanan panjang. Empat bulan sebelum Popda, Raihan menjalani pemusatan latihan mandiri bersama tim renang Samarinda di kolam Kebun Ndesa, Tanah Merah. Rutinitasnya terbilang berat: latihan pagi, lanjut sekolah, lalu kembali latihan hingga malam.
“Anak-anak harus bisa membagi waktu. Berat, tapi mereka jalani karena target jelas,” tutur ayahnya, Agus Daryanto.
Di tengah persiapan Popda, Raihan juga mengikuti Popnas. “Ini berkah besar. Hasil dari latihan bertahun-tahun dan bimbingan pelatih yang tepat,” ujar Agus.
Momen tahun ini terasa istimewa bagi keluarga Raihan. Popda 2025 menjadi panggung keduanya setelah debut kurang maksimal pada 2022 di Paser.
Baca Juga: Single Salary ASN 2025! Gaji PNS dan PPPK Tetap Bisa Berbeda, Ini Penjelasannya
“Alhamdulillah, tahun ini lebih matang. Semoga 2027 bisa kembali memperkuat tim renang Popda Samarinda,” harapnya.
Agus menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang mendukung perkembangan Raihan. Mulai dari tim pelatih Akuatik Samarinda, pengurus akuatik, guru-guru SMAN 2 Samarinda, hingga Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Samarinda.
“Kolaborasi ini luar biasa. Atlet, pelatih, sekolah, orang tua, sampai pemerintah kota bergerak bersama. Inilah yang membuat prestasi seperti ini bisa lahir,” ujarnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi