SAMARINDA – Usai merampungkan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Junior dan Babak Kualifikasi (BK) Porprov, Federasi Triathlon Indonesia (FTI) Kaltim membawa pulang satu kesimpulan: pembinaan berjalan ke arah yang benar. Dua agenda besar yang digelar beruntun itu tak hanya memotret meningkatnya animo peserta, tetapi juga menunjukkan nyali bertanding para atlet.
“Luar biasa sekali. Tidak ada yang mau mengalah. Semua fight untuk menjadi yang terbaik,” kata Ketua FTI Kaltim, H Aminullah.
Khusus di level junior, Emil—sapaan akrabnya—menyebut atmosfer kompetisi tahun ini paling hidup dalam beberapa edisi terakhir. Banyak wajah baru muncul dengan performa meyakinkan. Baginya, generasi muda ini bakal menjadi pondasi kekuatan triathlon Kaltim ke depan.
“Apa yang diperlihatkan atlet-atlet junior benar-benar menjadi masa depan kita,” ucap Emil.Ia kemudian mencontohkan peta persaingan di BK Porprov. Beberapa atlet eks PON 2024 justru harus berjibaku menghadapi lawan yang baru naik kelas dari junior ke senior. Bahkan, catatan waktu para atlet transisi itu mampu melampaui seniornya.
“Ini bukti pembinaan berjalan baik. Yang masih dalam masa peralihan saja bisa menyaingi atlet berpengalaman,” ujarnya.
Di klasemen akhir BK, Samarinda keluar sebagai juara umum. Di bawahnya berturut-turut Balikpapan, Berau, dan Kutai Timur (Kutim). Namun, Emil menegaskan sistem kelolosan tidak bertumpu pada peringkat daerah, melainkan kuota medali.
“Misalnya Samarinda dapat tiga emas. Satu emas itu bisa meloloskan enam atlet. Jadi bukan berarti daerah lain tersingkir. Semakin banyak kuota, semakin mudah pengcab mengatur komposisi atletnya di Porprov nanti,” jelasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani