KALTIMPOST.ID, SAMARINDA— KONI Kaltim menegaskan regulasi baru terkait batas usia dan mutasi atlet pada pelaksanaan Babak Kualifikasi (BK) Porprov VIII/2025 cabang olahraga (cabor) Ski Air dan Wakeboard. Penegasan itu disampaikan langsung oleh Wakil Ketua I KONI Kaltim Ego Arifin saat membuka pertandingan di Hanggar Dayung Karang Asam, Jalan Slamet Riyadi, Samarinda. Pada, Senin (8/12).
Dalam sambutannya, Dia menegaskan bahwa BK Porprov adalah satu-satunya jalur resmi bagi atlet untuk melaju ke Porprov 2026. Karena itu, regulasi baru terkait batas usia dan mutasi harus dipatuhi seluruh daerah.
“Selama ini batas usia maksimal 40 tahun. Tahun depan maksimal 30 tahun. Tapi di Ski Air, kategori usia di bawahnya memang sudah diterapkan,” ujar Ego.
Selain usia, ia juga menyoroti aturan mutasi atlet. KONI membuka ruang perpindahan antar kabupaten/kota, namun prosesnya harus sesuai prosedur dan disepakati dua pihak. “Tidak bisa seorang atlet tiba-tiba menyatakan ingin main di sini atau di sana. Harus ada aturan. Kalau tidak, akan menimbulkan masalah saat bertanding,” tegasnya.
BK Porprov untuk cabor Ski Air dan Wakeboard diikuti sebanyak 75 atlet dari tujuh pengcab se-Kaltim untuk memperebutkan tiket menuju Porprov Paser 2026.
Kegiatan yang berlangsung hingga 10 Desember ini mempertandingkan 8 nomor tanding dengan total 28 medali yang akan diperebutkan. Tiga juri dari PB PSAWI juga hadir untuk memastikan standar penilaian berjalan sesuai regulasi nasional.
Selain usia, ia juga menyoroti aturan mutasi atlet. KONI membuka ruang perpindahan antar kabupaten/kota, namun prosesnya harus sesuai prosedur dan disepakati dua pihak. “Tidak bisa seorang atlet tiba-tiba menyatakan ingin main di sini atau di sana. Harus ada aturan. Kalau tidak, akan menimbulkan masalah saat bertanding,” tegasnya.
Pada kesempatan itu, Ego juga memperkenalkan Pengcab Paser yang hadir dalam pembukaan BK. Paser yang menjadi tuan rumah Porprov 2026 disebut sedang mempelajari teknis pelaksanaan, aturan pertandingan, hingga pengaturan jadwal.
“Selain hadir, mereka juga belajar cara bertanding. Ini penting agar pelaksanaan Porprov nanti berjalan lancar,” ucapnya.
Pihaknya secara langsung juga memberi pesan khusus kepada para juri agar menjunjung tinggi integritas. Ia menegaskan penilaian harus objektif dan tidak merugikan atlet.
“Kepada para juri, tolong anak-anak kita diperhatikan. Kalau mereka menang, katakan menang. Itu pesan kami,” tegasnya.
Kepada para atlet, Ego mengingatkan bahwa BK Porprov adalah ajang pembuktian dari latihan mereka selama ini. “Yang rajin latihan pasti terlihat. Yang malas juga ketahuan. Tunjukkan kemampuan terbaik,” tutupnya. (*)
Editor : Ismet Rifani