KALTIMPOST.ID, SAMARINDA — Cabang olahraga bela diri kembali menjadi penyelamat perolehan medali bagi Kalimantan Timur. Dalam berbagai multievent, kontribusinya menyentuh angka 60 persen dari total emas yang diraih Kaltim.
Dari sederet cabor unggulan itu, wushu kini mendapat sorotan khusus karena memiliki potensi besar untuk menyumbang lebih banyak prestasi, terutama dengan 23 nomor emas yang dipertandingkan di level nasional.
Baca Juga: Diva Renatta Akhiri Penantian Emas 22 Tahun dan Pecahkan Rekor SEA Games
Harapan itu disampaikan Plt Kepala Dispora Kaltim, Muhammad Faisal, saat membuka Babak Kualifikasi (BK) Porprov 2025 caboor wushu di GOR Latihan 1, komplek Gelora Kadrie Oening, Jumat (12/12). Di hadapan 131 atlet dari sembilan kabupaten/kota, ia menegaskan bahwa wushu harus menjadi lokomotif baru bagi Kaltim untuk menghadapi PON XXII/2028 Nusa Tenggara
“Dari survei, 60 persen emas Kaltim datang dari cabor bela diri. Artinya peluang wushu sangat besar. Dengan 23 nomor emas, masa satu saja tidak bisa? Dua tidak bisa? Tiga masa tidak bisa? Harusnya bisa,” tegas Faisal, disambut riuh tepuk tangan para atlet.
Faisal menekankan bahwa BK Porprov ini bukan sekadar seleksi menuju Porprov 2026 di Paser, melainkan bagian dari peta jalan yang lebih panjang menuju Pra-PON 2027 dan PON 2028. Terlebih, Gubernur Kaltim telah menetapkan target ambisius: menembus tiga besar klasemen PON.
“Target tiga besar itu berat. Lima besar saja sudah berat. Tapi kalau pimpinan menargetkan tiga besar, ya kita ikut. Karena itu kita harus mencari atlet terbaik dari yang terbaik,” ujarnya.
Ia juga menyinggung kegagalan wushu meraih medali pada Popnas Jakarta. Menurutnya, hasil tersebut menjadi alarm penting bagi proses regenerasi. Namun melihat banyaknya atlet muda yang turun di BK kali ini, ia meyakini pembinaan mulai kembali menemukan bentuk terbaiknya.
Pada BK Porprov ini, wushu mempertandingkan 7 kelas putra dan 4 kelas putri untuk nomor sanda, serta 6 kelas putra dan 6 kelas putri untuk nomor taolu. Para atlet berasal dari Balikpapan, Samarinda, Bontang, Kukar, Kubar, Mahulu, PPU, Kutim, Berau, serta Paser yang tampil sebagai wild card.
Baca Juga: 131 Pendekar Wushu Kaltim Berebut Tiket Porprov, Siapa yang Lolos?
Agar proses seleksi berjalan bersih, Faisal menginstruksikan seluruh wasit dan juri menjaga integritas penilaian. “Pilihlah yang paling bagus. Jangan ada titipan. Kita mencari yang benar-benar layak untuk PON 2028,” pesannya.
BK Porprov wushu yang berlangsung 11–15 Desember ini menjadi tahapan pertama dalam rangkaian panjang menuju panggung nasional. “Disiplin, latihan keras, dan sinergi semua pihak adalah kunci. Kita ingin wushu kembali menyumbang emas seperti 2008, bukan hanya perunggu seperti PON terakhir,” tutup Faisal. (*)
Editor : Ery Supriyadi