KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Babak Kualifikasi (BK) Porprov cabang olahraga sepeda dimanfaatkan KONI Kaltim sebagai momentum strategis untuk menjaring dan memetakan potensi atlet masa depan.
Di tengah dinamika organisasi Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Kaltim yang saat ini dibekukan, KONI memastikan proses pembinaan tetap berjalan agar prestasi tak mengalami stagnasi.
Sebagai langkah konkret, KONI Kaltim mengambil alih pelaksanaan BK Porprov sekaligus menunjuk staf Bidang Pembinaan dan Prestasi, Hardi Purnama, sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua ISSI Kaltim.
Kebijakan ini diambil demi menjaga kesinambungan pembinaan, terlebih cabang sepeda sebelumnya mampu menyumbang dua medali perak dan tiga perunggu pada PON XXI/2024.
“BK ini bukan sekadar agenda rutin, tapi bagian penting dari proses pembinaan. Dari sinilah kita bisa melihat potensi atlet yang ke depan disiapkan untuk level nasional,” ujar Hardi.
BK Porprov cabor sepeda digelar selama empat hari sejak Kamis (11/12), dengan pembukaan resmi dilaksanakan Jumat (12/12). Sebanyak 24 nomor dipertandingkan dan diikuti 120 atlet dari sembilan kabupaten/kota di Kaltim. Total 115 medali diperebutkan dalam ajang ini.
Pertandingan berlangsung di dua lokasi berbeda. Kompleks Gelora Kadrie Oening Sempaja digunakan untuk nomor race, road bike, dan freestyle. Sementara nomor cross dan mountain bike (MTB) dipusatkan di Alaya Bike Park.
Wakil Sekretaris Umum III KONI Kaltim, Yustina Tri Feri Handayani, menegaskan bahwa BK Porprov memiliki peran vital dalam menyiapkan atlet menuju target prestasi yang lebih tinggi. Menurutnya, ajang ini menjadi pintu awal menuju Porprov sekaligus seleksi alam bagi atlet yang berpeluang dibina lebih lanjut.
“Hasil PON kemarin menjadi pijakan. Kita menghasilkan 2 perak dan 3 perunggu. Maka di 2028, KONI ingin emas itu bisa kita rebut. Jadi berikan yang terbaik dari kalian untuk bisa mengejar prestasi itu," sebutnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo