Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kaltim Kian Solid Menatap Tiga Besar PON 2028, PP-Kori Kaltim Diharapkan Bisa Berkontribusi Nyata

Nasya Rahaya • Sabtu, 27 Desember 2025 | 18:47 WIB
SOLID: Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras, menegaskan sport science sebagai fondasi pembinaan atlet jelang PON 2028, dalam pengukuhan PP-Kori Kaltim, Sabtu (27/12).
SOLID: Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras, menegaskan sport science sebagai fondasi pembinaan atlet jelang PON 2028, dalam pengukuhan PP-Kori Kaltim, Sabtu (27/12).

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA—Pembinaan atlet di Kaltim bisa hanya mengandalkan latihan fisik dan urusan teknik di lapangan. KONI Kaltim menegaskan, sport science kini menjadi salah satu pilar dalam memastikan persentase keberhasilan para atlet, dimulai dengan menjaga performa, meminimalkan cedera, hingga menguatkan mental juara.

Arah baru ini ditegaskan bersamaan dengan pengukuhan pengurus Perhimpunan Pembina Kesehatan Olahraga Indonesia (PP-Kori) Kaltim masa bakti 2024–2028, di aula Pusdiklat, kompleks Gelora Kadrie Oening, Sempaja, Samarinda, Sabtu (27/12).

Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras menilai kehadiran PP-Kori menjadi mata rantai penting dalam strategi jangka panjang pembinaan atlet jelang PON 2028. Ia menyebut dukungan bidang kesehatan dan sains keolahragaan bukan lagi pelengkap, melainkan kebutuhan pokok untuk menjaga daya saing atlet daerah.

“Prestasi besar tidak lahir hanya dari keringat di lapangan. Sport science adalah fondasi pembinaan. Penanganan cedera, psikologi olahraga, hingga nutrisi atlet harus berjalan berdampingan dengan latihan fisik,” ujar Rusdiansyah dalam sambutannya.

Menurutnya, kesalahan penanganan cedera bisa melumpuhkan karier atlet, sementara minimnya literasi doping berpotensi mencoreng nama daerah. Karena itu, ia meminta PP KORI menjadi garda depan dalam mitigasi risiko yang kerap luput dari perhatian tim pelatih. “Kita perlu orang-orang yang paham dan hadir mendampingi atlet,” tegasnya.

PP-Kori Kaltim diketuai dr Sadik Sahil. Setelah pengukuhan, kepengurusan baru langsung menggelar pelatihan kesehatan olahraga dan sport science untuk cabang olahraga. Bagi Rusdiansyah, langkah cepat tersebut menjadi sinyal arah pembinaan yang lebih terukur.

“Ini bukan sekadar seremoni. Pak Sadik bukan hanya bicara, tapi langsung bekerja. Pelatihan hari ini bukti nyata kontribusi PP-Kori untuk pembinaan prestasi,” katanya.

KONI Kaltim memasang target ambisius dalam PON 2028, yakni finis di tiga besar nasional. Meski situasi anggaran belum semewah provinsi pesaing, Rusdiansyah yakin pendekatan berbasis sains dapat memperkuat efektivitas pembinaan.

“Sekecil apa pun anggarannya, kita harus tetap optimis. Sport science membuat pembinaan lebih efisien, bukan hanya kerja keras, tapi kerja tepat. Tiga besar PON bukan mimpi, tapi target. Kuncinya kesiapan dari sekarang,” pungkasnya.

Editor : Rendy Fauzan