Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

PP-Kori Harus Beri Bukti Sebagai Mitra Strategis Pembangunan Olahraga Prestasi Kaltim

Nasya Rahaya • Sabtu, 27 Desember 2025 | 18:54 WIB
MENDUKUNG: Plt Kepala Dispora Kaltim Muhammad Faisal mengapresiasi kehadiran PP-Kori sebagai mitra strategis KONI dalam membangun olahraga prestasi Kaltim.
MENDUKUNG: Plt Kepala Dispora Kaltim Muhammad Faisal mengapresiasi kehadiran PP-Kori sebagai mitra strategis KONI dalam membangun olahraga prestasi Kaltim.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA — Kaltim akan semakin solid dalam membangun prestasi terbaik menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 Nusa Tenggara. Itu ditandai dengan dikukuhkannya Perhimpunan Pembina Kesehatan Olahraga Indonesia (PP-Kori) Kaltim masa bakti 2024–2028, Sabtu (27/12).

Kegiatan tersebut menjadi momen memperkuat pendekatan sport science dari hulu. Harapannya, pembinaan atlet tidak lagi sekadar mengandalkan bakat dan jam terbang, tapi diperkuat pengawasan gizi, psikologi, hingga pencegahan cedera dan edukasi doping.

Adapun pengukuhan berlangsung di aula Pusdiklat, kompleks Gelora Kadrie Oening, Sempaja, Samarinda, Sabtu (27/12). Ketua PP-Kori dr Hario Tilarso hadir untuk mengukuhkan jajaran pengurus provinsi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim Muhammad Faisal menyebut PP-Kori bukan sekadar mitra tambahan, melainkan partner strategis yang harus terlibat sejak awal pembinaan atlet. Ia menegaskan, pendekatan ilmiah ini menjadi syarat wajib bila Kaltim ingin mewujudkan target besar, menembus tiga besar PON.

“Selama ini kami berpikir PP-Kori mendampingi atlet ketika cedera saja. Ternyata tidak. PP-Kori harus hadir sejak proses seleksi, pemusatan latihan, hingga pertandingan,” terang Faisal dalam sambutannya.

Menurut dia, pembinaan menyeluruh dari aspek nutrisi, mental, mekanisme latihan, dan pencegahan cedera akan menjadi fondasi menuju sport science yang sesungguhnya. Ia menilai, pendekatan ilmiah bukan lagi opsi, melainkan keharusan bila Kaltim tidak ingin tertinggal dalam kompetisi olahraga nasional.

“Target tiga besar PON memang berat, tapi bukan alasan untuk pesimistis. Dengan pendekatan saintifik, efektif, dan efisien, kita bisa mempersiapkan atlet dengan benar,” tegasnya.

Faisal kembali menekankan bahwa keterlibatan PP-Kori bukan sebatas pendampingan saat cedera, melainkan early warning system bagi atlet dan pelatih. Mulai dari menghitung kebutuhan nutrisi, memberi panduan pemanasan, hingga memantau risiko doping.

Pengukuhan pengurus PP-Kori Kaltim turut diisi pelatihan cedera olahraga, doping, dan psikologi olahraga. Faisal berharap format pelantikan seperti ini—yang mengedepankan transfer pengetahuan— menjadi tradisi baru di lingkungan olahraga Kaltim. Menurut dia, seremoni tanpa penguatan kapasitas hanya menjadi rutinitas.

“Mulai sekarang kita kurangi kegiatan yang penuh seremoni tapi miskin ilmu. Hari ini pelantikan, tapi ada juga materi. Ini yang kita butuhkan,” sebutnya. Dia juga berharap, ke depan, PP-Kori Kaltim bukan sekadar organisasi yang jadi pelengkap, tapi jadi bagian dari strategi besar menyiapkan atlet Kaltim.

Editor : Rendy Fauzan