KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Ketua KONI Kalimantan Timur, Rusdiansyah Aras, menyatakan tidak akan maju lagi dalam pencalonan Ketua KONI Kaltim pada Musyawarah Provinsi (Musprov) mendatang. Keputusan itu diambil sebagai bentuk tanggung jawab atas kegagalan Kaltim menembus lima besar pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh–Sumut.
Menanggapi sikap tersebut, Ketua Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Kaltim, Muslimin, menilai kegagalan di PON XXI bukan semata-mata tanggung jawab Ketua KONI Kaltim.
Menurutnya, seluruh pemangku kepentingan harus ikut bertanggung jawab atas capaian prestasi olahraga daerah. Mulai dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, KONI Kaltim, hingga cabang olahraga.
Baca Juga: Sinyal CPNS 2026 Makin Terbuka, 22 Kementerian Baru Siap Butuh ASN
“Pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, KONI Kaltim, serta cabor semua harus bertanggung jawab. Kegagalan yang terjadi merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujar Muslimin saat menghadiri Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Kaltim beberapa waktu lalu.
Dalam kesempatan itu, Muslimin tetap mengapresiasi keputusan Rusdiansyah Aras yang memilih tidak maju kembali pada periode mendatang. Namun, ia menegaskan masih memberikan dukungan apabila Rusdi kembali dipercaya memimpin KONI Kaltim.
“Pak ketua memang sudah menyampaikan tidak akan maju lagi. Tapi saya masih mendukung Pak Rusdi, tentu dengan catatan-catatan penting yang harus dipertimbangkan bersama,” katanya.
Ke depan, Muslimin berharap KONI Kaltim lebih fokus pada peningkatan prestasi olahraga. Ia menekankan perlunya efisiensi program agar pembinaan atlet dan cabang olahraga mendapat perhatian maksimal.
“KONI harus mengurangi kegiatan yang tidak penting. Bagaimana ke depan cabor bisa mendapatkan perhatian lebih. Perjalanan dinas yang tidak penting, sebaiknya dihapuskan,” tegasnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi