KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Dukungan agar Rusdiansyah Aras kembali memimpin Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur kian menguat. Di tengah wacana regenerasi kepemimpinan seiring mendekatnya akhir masa jabatan, sejumlah cabang olahraga menilai Rusdiansyah masih layak memimpin untuk periode berikutnya.
Salah satu dukungan datang dari Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Kaltim. Ketua PJSI Kaltim, Muslimin, menegaskan Rusdiansyah Aras masih memenuhi kriteria utama sebagai pemimpin organisasi olahraga daerah.
Menurutnya, capaian Kaltim pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI/2024 Aceh–Sumatera Utara yang belum menembus lima besar tidak bisa sepenuhnya dibebankan kepada ketua KONI.
Baca Juga: Profil Roby Tremonti: Sosok Masa Lalu dalam Memoar Aurelie Moeremans yang Kini Jadi Sorotan
Muslimin menekankan bahwa prestasi olahraga merupakan hasil kerja kolektif. Tanggung jawab tersebut melibatkan banyak pihak, mulai dari pemerintah daerah, pengurus cabang olahraga, pelatih, hingga atlet.
Pandangan itu ia sampaikan dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) KONI Kaltim yang digelar awal Januari lalu.
“Prestasi tidak lahir dari satu orang. Ketika hasil belum maksimal, jangan hanya ketuanya yang disalahkan,” ujar Muslimin.
Baca Juga: Rakernas I PDIP Tegaskan Pilkada Langsung, Tolak Pemilihan Kepala Daerah oleh DPRD
Ia juga menanggapi pernyataan Rusdiansyah Aras—yang akrab disapa Rusdi—terkait keengganannya maju kembali sebagai calon ketua KONI Kaltim dengan alasan tanggung jawab moral. Menurut Muslimin, sikap tersebut justru mencerminkan jiwa kepemimpinan yang matang.
Karena itu, ia mendorong Rusdiansyah untuk tetap mempertimbangkan maju kembali, tentu dengan disertai evaluasi menyeluruh terhadap kinerja dan program yang telah berjalan.
Muslimin menilai, KONI membutuhkan figur yang memahami dunia olahraga secara komprehensif. Latar belakang Rusdi sebagai mantan atlet, pelatih, pengurus cabang olahraga, hingga ketua KONI dinilai menjadi modal penting yang tidak dimiliki semua calon.
Baca Juga: TNI Selamatkan 18 Karyawan Freeport yang Terjebak KKB di Pegunungan Papua
“Beliau memiliki dasar olahraga yang lengkap. Dari sisi persyaratan dan pengalaman, masih sangat memenuhi,” ungkapnya.
Selain itu, Muslimin menyoroti pentingnya kesinambungan program pembinaan. Saat ini, KONI Kaltim tengah menjalankan tahapan pembinaan atlet melalui babak kualifikasi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) sebagai jalur menuju PON.
Pergantian kepemimpinan tanpa arah dan konsep yang jelas dinilai berpotensi mengganggu sistem pembinaan yang sedang berjalan.
“Kalau konsep pembinaan diubah lagi tanpa perencanaan matang, dampaknya bisa besar,” tegasnya.
Ia memastikan dukungan terhadap Rusdiansyah Aras murni didasari kepentingan olahraga prestasi Kaltim. Menurutnya, Kaltim memiliki rekam jejak sebagai salah satu provinsi olahraga terbaik di luar Pulau Jawa, yang harus dijadikan pijakan dalam menentukan sosok pemimpin KONI ke depan. (*)
Editor : Ery Supriyadi