Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Kabar Baik untuk Atlet, Bapopsi Bontang Tegaskan Semua Cabor Dipertandingkan di Popda 2027

Adhiel kundhara • Jumat, 23 Januari 2026 | 17:18 WIB
BAHAS BERSAMA: Bapopsi dan Dispopar Bontang duduk untuk menyiapkan pelaksanaan Popda 2027.
BAHAS BERSAMA: Bapopsi dan Dispopar Bontang duduk untuk menyiapkan pelaksanaan Popda 2027.

KALTIMPOST.ID, BONTANG - Komitmen menjunjung sportivitas menjadi prinsip utama Bapopsi Bontang dalam menyambut Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) 2027.

Meski tidak memiliki atlet unggulan di sejumlah cabang olahraga (cabor), Bapopsi memastikan seluruh cabor tetap akan dipertandingkan. Hal ini ditegaskan Ketua Harian Bapopsi Bontang Lugito Budi usai rapat bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Senin (19/1/2026).

Menurut Lugito, keputusan mempertandingkan semua cabor diambil demi menjaga asas keadilan dan fair play dalam ajang olahraga pelajar tingkat daerah tersebut.

“Kita tidak mau hanya mengejar juara umum lalu ada cabor yang tidak dipertandingkan karena kita tidak punya atlet. Itu tidak fair,” kata Lugito.

Ia mencontohkan beberapa cabor seperti bulutangkis dan angkat besi yang secara kepengurusan ada di Bontang, namun saat ini masih minim atlet. Meski demikian, Lugito menilai tidak etis jika sebuah cabor dihilangkan hanya karena tuan rumah tidak memiliki kekuatan.

“Kalau gara-gara kita tidak punya atlet lalu cabornya tidak dipertandingkan, kesannya kita mau menang sendiri. Itu tidak bagus,” ucapnya.

Lugito juga menekankan bahwa Popda merupakan bagian dari tahapan menuju Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas). Karena itu, seluruh cabor yang dipertandingkan di Popnas idealnya juga dipertandingkan di Popda.

“Di Popnas itu semua cabor dipertandingkan. Kalau di Popda tidak, nanti seleksinya jadi tidak nyambung,” tutur dia.

Meski demikian, ia menyebutkan masih ada beberapa catatan teknis yang menjadi bahan kajian, seperti ketersediaan venue dan kelayakan fasilitas. Jika Bontang belum memiliki venue yang sesuai standar, maka opsi penggunaan venue di daerah lain tetap terbuka.

“Kalau venue tidak ada atau tidak layak, kita bisa gunakan di daerah lain. Yang penting wasit ada dan pertandingan bisa berjalan,” terangnya.

Terkait kesiapan sebagai tuan rumah, Lugito menegaskan bahwa urusan teknis penyelenggaraan berada di bawah kewenangan Pemerintah Kota Bontang, yang nantinya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

“Pemerintah kota dan provinsi akan duduk bersama untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya,” ungkapnya.

Dalam rapat tersebut, daftar awal venue juga sudah mulai dibahas. Meski belum diumumkan secara resmi, Lugito memastikan pemetaan lokasi pertandingan telah disiapkan dan akan disesuaikan dengan standar yang berlaku. “Venue sudah dibahas dan ada daftarnya. Tinggal dimatangkan lagi,” pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#bapopsi bontang #Popda #cabor #Pekan Olahraga Pelajar Daerah #BAPOPSI