KALTIMPOST.ID, SAMARINDA — Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kalimantan Timur, Elly Luchritia Nova, mendorong klub-klub panjat tebing untuk lebih aktif mempromosikan olahraga panjat tebing kepada masyarakat luas.
Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaring bibit atlet baru, seiring meningkatnya antusiasme publik terhadap fasilitas panjat tebing yang baru difungsikan di GOR Kadrie Oinieng, Samarinda.
Elly menyampaikan, keberadaan wall panjat speed dan lead yang telah memenuhi standar internasional menjadi momentum strategis untuk memperluas pengenalan panjat tebing, khususnya melalui aktivitas klub.
“Wall ini ibaratnya wall baru dengan standar internasional. Namun, sebelum melangkah ke event nasional atau internasional, kita perlu mempromosikannya terlebih dahulu agar muncul banyak bibit atlet,” ujar Elly saat ditemui di Venue Panjat Tebing, kompleks Gelora Kadrie Oening, Minggu (1/2).
Ia mengapresiasi sejumlah klub panjat tebing yang mulai mengaktifkan kembali promosi olahraga ini secara sederhana. Salah satunya dengan menggelar latihan terbuka pada akhir pekan.
Menurut Elly, aktivitas tersebut efektif menarik perhatian masyarakat yang sedang berolahraga di kawasan GOR, terutama pada Sabtu dan Minggu.
Baca Juga: Gandeng KONI, Hipmi Balikpapan Siapkan Padel Cup 2026 Berhadiah Rp100 Juta
“Di akhir pekan, masyarakat ramai beraktivitas. Saat atlet berlatih, pengunjung bisa melihat langsung dan tertarik, terutama anak-anak yang datang bersama orang tuanya,” jelasnya.
Elly menilai, promosi melalui kegiatan terbuka dapat menjadi pintu masuk pembinaan usia dini. Anak-anak mulai usia lima tahun ke atas sudah bisa dikenalkan dengan panjat tebing sebagai olahraga prestasi.
Ia berharap, dengan difungsikannya wall terbaru ini, minat masyarakat terhadap panjat tebing semakin tumbuh dan melahirkan atlet yang mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
Baca Juga: Sosialisasi Program Gratis Pol di Universitas Mulia, Peran Kampus dan Akar Rumput Disorot
Di sisi lain, Elly mengakui bahwa jumlah atlet dan pelatih panjat tebing di Kalimantan Timur saat ini masih terbatas di masing-masing kabupaten dan kota.
Karena itu, promosi yang dilakukan secara konsisten melalui klub dinilai mampu memperluas basis pembinaan dan regenerasi atlet.
“Kalau peminat bertambah, otomatis klub juga bisa menambah anggota. Dari situ, pelatih juga bisa berkembang melalui pelatihan-pelatihan,” katanya.
Baca Juga: Penutupan IHSG 2 Februari! Terjun ke Bawah 8.000, Tekanan Jual Menyapu Hampir Seluruh Sektor
Selain mendorong peran klub yang sudah ada, FPTI Kaltim juga membuka peluang pembentukan klub-klub baru, khususnya di Samarinda yang memiliki sejumlah wall panjat tebing.
“Kalau memungkinkan dan dibolehkan, kenapa tidak membentuk klub baru. Dulu mungkin hanya komunitas tertentu, sekarang minat datang dari berbagai kalangan. Ini momentum yang harus dimanfaatkan,” pungkasnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi