Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim Muhammad Faisal, melalui Kepala Bidang Pembinaan Prestasi Olahraga (PPO) Rasman. Tantangan pertama yang akan dihadapi pengurus baru, yakni seputar dukungan finansial.
“Walau tahun ini ada turbulensi anggaran, semoga itu tidak mengurangi perhatian KONI Kaltim terhadap cabor (cabang olahraga) andalan seperti gulat ini. Mereka tetap harus difasilitasi dengan anggaran yang lebih besar demi memastikan prestasi yang sudah dibangun, bisa dipertahankan,” ucap Rasman.
Dalam situasi seperti ini, menurutnya, gulat layak mendapat tempat spesial. Sebab, dengan muara meraih medali emas sebanyak-banyaknya di pekan olahraga nasional (PON), cabor perorangan yang bisa menyumbang banyak medali perlu jadi prioritas.
Tidak hanya itu, Rasman juga mengingatkan pentingnya pembinaan berkelanjutan, demi menunjang terciptanya target Generasi Emas 2045. Di dunia olahraga, ditandai dengan regenerasi atlet. “Dimulai dengan membentuk minimal dua klub per daerah.”
“Ketua pengcab mending enggak usah jadi ketua, kalau enggak bisa melahirkan atlet asli daerahnya. Karena selama ini yang kita melihat pembinaan masih terlalu terkonsentrasi di Samarinda, Balikpapan, dan Kukar (Kutai Kartanegara),” urai dia.
Apresiasi juga datang dari Ketua KONI Kaltim Rusdiansyah Aras. Menurutnya, musprov ini bukan sekadar rutinitas organisasi. Hasil dari pertemuan ini jadi momen penting menjaga supremasi gulat Kaltim di kancah nasional hingga internasional.
“KONI Kaltim mengapresiasi setinggi-tingginya dan menaruh hormat kepada Bapak Said Amin. Di bawah kepemimpinan beliau, gulat Kaltim jadi lumbung emas untuk kontingen Kaltim sejak 2012 hingga kini,” ucapnya.
Menurutnya, dedikasi tanpa batas dari Said Amin patut menjadi contoh nyata betapa pentingnya curahan perhatian ketua terhadap capaian prestasi cabor yang dibinanya. “Tugas besar menanti pengurus baru, mengingat mereka harus menjaga standar tinggi yang sudah diletakkan oleh Pak Said Amin. Kunci keberhasilannya terletak pada kekompakan dan komunikasi,” tuntas Rusdi.
Editor : Rendy Fauzan