KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Meski hanya satu periode, kecintaan Ismail Bolong terhadap dunia tinju Kaltim ternyata telanjur menular begitu cepat. Terutama kepada sang adik, Abdul Rahman Bolong.
Itu dibuktikan dengan langkahnya mendaftarkan diri sebagai bakal calon ketua untuk dipilih di Musyawarah Provinsi (Musprov) Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kaltim pada Jumat malam, 13 Februari 2026.
Dari hasil laporan tim penjaringan dan penyaringan, Rahman menjadi satu-satunya pendaftar. Dan, pada musprov, dirinya dinyatakan layak maju menjadi calon ketua.
Jalannya kian mulus, setelah 10 pengurus cabang (pengcab) anggota menyatakan dukungan bulat kepada pria yang juga anggota DPRD Kaltim itu untuk menjadi ketua yang terpilih secara aklamasi.
Setelah terpilih, Rahman mengucapkan terima kasih ata dukungan dari semua pihak. “Saya juga mengapresiasi atas kinerja dari kepengurusan periode sebelumnya. Semoga kami yang memegang tugas di periode 2026-2030 bisa menjalankan tugas sama baiknya, atau bahkan lebih meningkat lagi, untuk prestasi terbaik tinju Kaltim,” ucap dia.
Tidak dimungkiri, dia hadir dalam periode yang tidak mudah. Pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD) oleh pemerintah pusat berdampak ke banyak sektor. Tidak terkecuali pembinaan olahraga prestasi.
Meski demikian, dia pantang patah arang. Menurutnya, dengan kerja sama yang baik dari semua pihak, pembinaan olahraga tinju Kaltim akan coba dilanjutkan. “Dengan posisi saya sebagai anggota DPRD, akan kita coba supaya nanti ada alokasi anggaran yang bisa dikucurkan untuk pembinaan tinju kita, salah satunya mungkin bisa melalui dana pokir (pokok pikiran/aspirasi),” ucap politikus Partai Gerindra ini.
Program jangka pendek, tentu segera menyusun kepengurusan. Sebab, saat ini mereka sudah dinanti serentetan agenda besar. Mulai agenda multicabang seperti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim VIII/2026 Paser. Disusul tahun depan ada Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kaltim hingga babak kualifikasi (BK) pekan olahraga nasional (PON).
“Kemudian untuk jangka panjangnya, kami harus mengawal dan menyusun program pembinaan talenta tinju usia dini. Seperti arahan dari Dispora Kaltim, pembinaan harus dimulai dari level kabupaten/kota. Karena merekalah pemilik atlet sebenarnya,” tegas dia.
Editor : Rendy Fauzan