KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PB PSTI) menaruh harapan besar pada kepengurusan baru Kaltim. Harapan ini disampaikan oleh Wakil Ketua PB PSTI Kurnadi.
Kurnadi, yang juga bertindak sebagai ketua karteker PSTI Kaltim menjelaskan, sebelumnya Kaltim sudah melaksanakan Musyawarah Provinsi (Musprov). Namun Musprov ini dinilai tidak sesuai mekanisme yang sebagaimana mestinya tertuang dalam AD/ART PSTI mau pun KONI.
Puncak permasalahan ini, lanjutnya, dikarenakan adanya keberatan atau mosi tidak percaya dari beberapa kabupaten/kota yang ada di Kaltim selaku pemegang hak suara. Yang ditujukan kepada KONI Kaltim dan PB PSTI selaku induk organisasi.
“Awalnya kami belum terlalu menanggapi surat yang disampaikan oleh Pengcab atau Pengkot. Karena masih berharap untuk diselesaikan dengan baik. Namun permasalahan ini tidak selesai, sehingga KONI Kaltim mengambil inisiatif untuk menyerahkan ke PB PSTI untuk diselesaikan secara internal cabor,” jelas dia.
Dengan dasar itulah, Kurnadi mengakui bahwa PB PSTI menunjuknya selaku karteker untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Langkah-langkah yang dilakukan selanjutnya, ialah berkoordinasi dengan kabupaten/kota, sekaligus dengan KONI Kaltim. Untuk mencari langkah-langkah yang paling tepat.
“Nah salah satunya adalah kita melaksanakan musyawarah luar biasa ini. Sehingga dengan berjalannya waktu, tentu kami mengacu pada anggaran dasar PB PSTI dan tentu dengan anggaran dasar KONI,” tambahnya.
Salah satu yang diminta oleh PB PSTI, sambung dia, yaitu harus melaksanakan rapat konsolidasi dulu. Makanya sebelum Musprovlub dilaksanakan, para peserta melaksanakan konsolidasi lebih dulu. “Alhamdulillah semua kabupaten kota sudah menerima dan melanjutkan musyawarah luar biasa,” tambahnya.
Di sisi lain, Kurnadi berharap kepengurusan baru bisa meningkatkan prestasi nantinya. Sebab, Kaltim jadi salah satu Pengprov yang punya potensi berkembang dan semangat luar biasa.
“Tergantung Pengprov memberikan ruang dengan banyaknya kompetisi. Semoga dengan adanya ketua baru bisa memperbaiki, mengakomodir, sehingga pembinaan takraw Kaltim bisa berjalan baik,” tutup dia. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo