KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Ramadan tidak menjadi penghalang bagi atlet sepeda Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI) Kaltim untuk tetap menjalani program latihan.
Meski berpuasa, para atlet tetap berlatih rutin dua kali sehari dengan penyesuaian dari tim pelatih agar kondisi fisik tetap terjaga.
Pelatih sepeda SKOI Kaltim, Agus Dwiyanto, mengatakan perubahan utama dilakukan pada durasi latihan. Jika biasanya berlangsung 1,5 hingga 2 jam, kini dipangkas menjadi sekitar 1 jam.
“Volumenya yang kita kurangi. Tapi latihan tetap jalan, pagi dan sore,” ujarnya.
Baca Juga: Porprov Kaltim 2026 Belum Pasti, Rapat Penentuan Mundur ke Awal April
Pada sesi pagi, latihan difokuskan pada aktivitas fisik ringan seperti jogging dan conditioning setelah salat subuh. Sementara pada sore hari, atlet menjalani latihan bersepeda dengan intensitas lebih tinggi.
Agus menegaskan, meski durasi berkurang, intensitas latihan tetap dijaga. Saat ini, porsi latihan berada di kisaran 70 hingga 75 persen dari kondisi normal.
“Intensitas tidak boleh turun jauh. Kalau terlalu ringan, nanti saat kembali ke latihan normal justru berat bagi atlet,” jelasnya.
Sejauh ini, para atlet dinilai mampu menjalani program latihan dengan baik. Seluruh atlet juga tetap menjalankan ibadah puasa tanpa kendala berarti.
“Alhamdulillah puasanya tetap jalan semua, latihan juga tetap berjalan,” tambahnya.
Baca Juga: Chelsea vs PSG: Liam Rosenior Siapkan Skema 5 Bek untuk Kejar Defisit 3 Gol
Selama Ramadan, tim pelatih memang tidak membebani atlet dengan target tinggi. Fokus utama adalah menjaga kondisi fisik tetap stabil menjelang agenda kejuaraan.
Tim sepeda SKOI Kaltim kini mulai mengarahkan persiapan menuju Kejuaraan Nasional yang dijadwalkan berlangsung pada Juli mendatang di Jakarta.
“Sekarang yang penting kondisi anak-anak tetap terjaga. Nanti setelah Ramadan baru kita tingkatkan lagi,” pungkasnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi