TRAINING Center (TC) merupakan salah satu faktor penentu prestasi cabang olahraga. TC dinilai sebagai program strategis untuk mematangkan persiapan, terutama menuju multi event olahraga seperti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
Namun demikian, untuk melaksanakan TC dibutuhkan biaya yang tidak sedikit. Tentu ini menjadi ujian berat bagi seluruh pemangku kebijakan di saat daerah sedang mengalami defisit anggaran.
Salah satu daerah yang terancam tidak bisa menggelar TC adalah Kukar. Hal itu disampaikan oleh Kadispora Kukar Aji Ali Husni setelah menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRD Kukar baru-baru ini. Dengan kondisi anggaran daerah yang belum stabil, Ali Husni menyebut kemungkinan TC ditiadakan.
"Untuk TC kemungkinan ditiadakan, karena pos anggarannya tidak termasuk yang ada ini," ungkap Ali Husni.
Menanggapi itu, Ketua KONI Kukar Chairil Anwar mengatakan bahwa pihaknya masih berjuang mencari solusi terbaik. Untuk itu dia meminta agar semua pihak untuk mendoakan yang terbaik.
"Jangan berpikir ke mana-mana dulu saat ini. Apa yang disampaikan Kadispora kan masih kemungkinan. Kami akan diskusikan dengan pemangku kebijakan terlebih dulu untuk mencari solusi terbaik bagi olahraga Kukar," pungkas Chairil. (*)
Editor : Sukri Sikki