SENDAWAR – Publik olahraga di Kutai Barat (Kubar) geger. Kamis (30/4/2026) siang, beredar luas melalui pesan berantai WhatsApp sebuah foto surat yang berisi pernyataan pengunduran diri Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kubar untuk periode 2025–2029.
Surat yang ditulis tangan di atas kertas bermaterai dan ditandatangani serta tertanggal 30 April 2026, tersebut ditujukan langsung kepada ketua Umum KONI Kaltim.
Baca Juga: Infrastruktur Siap 50 Persen, Layanan Adminduk Kecamatan Justru Terganjal Anggaran
Dalam narasinya, penulis surat secara tegas menyatakan mundur dari jabatannya sebagai ketua KONI Kubar dengan alasan memiliki kesibukan pribadi yang mendesak dan tidak bisa ditinggalkan.
Sontak, kabar ini memicu spekulasi di tengah masyarakat, khususnya di kalangan pengurus cabang olahraga (cabor). Namun, hingga berita ini diturunkan, keaslian surat tersebut masih menyisakan tanda tanya besar.
Pasalnya, belum ada pernyataan resmi baik dari Ketua KONI Kubar yang bersangkutan maupun pengurus inti KONI Kubar untuk mengonfirmasi validitas dokumen tersebut.
Meski demikian, banyak pihak menduga kuat bahwa rencana pengunduran diri ini merupakan buntut panjang dari gejolak internal yang sedang terjadi.
Sebelumnya, atmosfer KONI Kubar sempat memanas setelah 27 pengurus cabor melayangkan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan Ketua KONI Kubar saat ini.
Baca Juga: Kalah dari Borneo FC, Reina: Kami Terlalu Banyak Buang Peluang
Mosi tertulis tersebut bahkan sudah disampaikan langsung kepada Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin. Kini, nasib nakhoda induk organisasi olahraga di Bumi Tanaa Purai Ngeriman itu menunggu kejelasan resmi.
Jika benar mundurnya sang ketua, maka prosesi pergantian antarwaktu (PAW) harus segera dipersiapkan agar roda organisasi tidak mandek menjelang ajang-ajang olahraga penting ke depan. (*)
Editor : Sukri Sikki