KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Akuatik Samarinda membawa pulang satu medali dari ajang Indonesia National Age Group Swimming Championship 2026 yang berlangsung di Stadion Akuatik GBK Senayan, Jakarta, 28 April hingga 1 Mei.
Medali perunggu itu dipersembahkan Jeanita Naila Najah Mahendra Santoso. Perenang yang akrab disapa Tata tersebut turun di nomor 50 meter gaya punggung Kelompok Umur (KU) 3 putri.
Capaian itu terasa spesial. Sebab, Tata menjadi satu-satunya atlet Samarinda sekaligus Kalimantan Timur yang berhasil naik podium pada kejurnas tahun ini.
Baca Juga: Nasibnya Bergantung Hasil Akhir, Leonard Tupamahu Akui Masih Ingin di Persiba
Tak hanya menyumbang medali, atlet kelahiran 2013 dari Enggang Jaya Swimming Club itu juga tampil konsisten dengan menembus final di beberapa nomor. Tata finis peringkat empat pada 100 meter dan 200 meter gaya punggung, peringkat lima di 50 meter gaya bebas serta 50 meter gaya kupu-kupu, dan peringkat enam pada 100 meter gaya bebas.
Ketua Akuatik Samarinda Kornelius Thalar mengatakan hasil tersebut patut disyukuri mengingat persaingan di kejurnas sangat ketat. Mayoritas persaingan, terutama di berbagai kelompok umur, dikuasai atlet-atlet dari Pulau Jawa dan Bali.
“Ini hasil yang sangat luar biasa. Tata menjadi satu-satunya atlet Akuatik Samarinda dan Kaltim yang berhasil meraih medali, sekaligus masuk final di beberapa nomor,” ujarnya.
Baca Juga: Leonard Tupamahu Puas Bisa Debut sebagai Pelatih di Persiba Balikpapan
Pada kejurnas kali ini, Akuatik Samarinda menurunkan lima atlet yang terdiri dari dua putri dan tiga putra. Mereka tampil di kelompok senior putra, KU 1 putra, KU 2 putri, serta KU 3 putra dan putri.
Kornelius menyebut kejuaraan nasional ini menjadi bagian penting untuk evaluasi usai babak kualifikasi Porprov, sebelum tim masuk ke program persiapan khusus menuju Porprov Paser 2026.
“Kejurnas ini jadi bahan evaluasi kami setelah babak kualifikasi Porprov. Setelah ini kami fokus masuk program persiapan khusus,” katanya.
Ia juga mengapresiasi dukungan para orang tua atlet yang dinilai berperan besar terhadap keikutsertaan tim di Jakarta. Seluruh proses persiapan hingga pelaksanaan disebut berjalan dengan pembiayaan mandiri.
“Kami sangat berterima kasih atas dukungan orang tua atlet. Support mereka luar biasa sejak persiapan sampai pelaksanaan,” tandasnya. (*)
Editor : Duito Susanto