SAMARINDA - Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) menjaga asa menuju titel juara Campus League 2026 – Basketball Regional Samarinda Season 1 setelah meraih kemenangan tipis atas Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) dengan skor 52-47, Sabtu (9/5).
Hasil itu membuka peluang Polnes bersaing memperebutkan puncak klasemen pada laga terakhir melawan Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba), Minggu (10/5).
Head Coach Polnes, Sandy Indracahya, mengakui persiapan timnya tidak berjalan mulus lantaran sejumlah kendala teknis, termasuk keterbatasan fasilitas latihan di kampus.
Meski begitu, ia menilai para pemain mampu menjalankan game plan sesuai harapan pada pertandingan kedua ini.
“Persiapan sih full kami penuhi sendiri, termasuk minim preparing karena ada kendala, terutama di kampus lapangan tersendiri. Tapi kita coba antisipasi itu dengan persiapan yang lebih baik lagi, terutama di minggu-minggu akhir menuju pertandingan,” ujar Sandy.
Baca Juga: Samarinda Jadi Panggung Uji Kekuatan Basket Kampus Kalimantan
Menurut dia, performa anak asuhnya sudah sesuai ekspektasi, meski sempat ada gangguan teknis yang membuat permainan naik turun. Namun, kemenangan atas UMKT menjadi modal penting jelang duel penentuan kontra Poltekba.
“Anak-anak sih sesuai harapan. Hari ini game-nya sesuai yang saya mau. Walaupun sempat tertunda karena ada kendala teknis, tapi saya percaya sama anak-anak bisa jalankan semuanya sesuai harapan dan kita hari ini menang,” tambahnya.
Sandy menegaskan, duel terakhir menghadapi Poltekba akan menjadi laga penuh tekanan. Karena itu, kebugaran pemain menjadi fokus utama setelah menjalani pertandingan beruntun selama tiga hari.
“Strategi sudah disiapkan. Tinggal kita lihat kebugaran anak-anak untuk besok karena hampir tiga hari berturut-turut main. Yang paling penting sih kebugaran anak-anak,” ucapnya.
Ia juga menyebut Campus League menjadi wadah yang sudah lama dinantikan mahasiswa, terutama bagi pebasket kampus di Kaltim yang selama ini minim kompetisi selevel antarkampus.
“Ini pesta yang saya tunggu-tunggu dari dulu. Anak-anak basket bukan cuma SMA saja yang punya mimpi main di DBL, mahasiswa juga ingin main basket,” kata Sandy.
Beralih ke anak asuhnya, Kapten tim Polnes, Muhammad Rizky, juga menilai timnya mulai lebih nyaman beradaptasi dengan atmosfer pertandingan setelah sempat kagok pada laga perdana.
“Kalau dari saya sudah cukup puas, walaupun di game pertama itu masih kaget-kaget. Jadi harapannya besok udah lebih enak mainnya,” ujar Rizky.
Pemain bernomor punggung 7 itu menyebut timnya kini hanya perlu menjaga pemulihan fisik dan fokus pada instruksi pelatih untuk laga pamungkas melawan Poltekba. Rizky sendiri merupakan mahasiswa jurusan Teknik Sipil semester 6.
Dengan hasil pertandingan hingga Sabtu (9/5), Universitas Mulawarman Samarinda memimpin klasemen sementara dengan empat poin. Polnes dan Poltekba sama-sama mengoleksi tiga poin, sementara UMKT berada di dasar klasemen dengan dua poin.
Satu laga tersisa pada Minggu (10/5) akan menjadi penentu pemuncak klasemen sekaligus penyegel tiket ke The National, yang mempertemukan juara dari empat regional, yakni Surabaya, Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta. (*)
Editor : Sukri Sikki