SAMARINDA— Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Kelompok Umur (KU) Panjat Tebing Kaltim 2026 menjadi momentum penting bagi perkembangan olahraga panjat tebing di Benua Etam. Untuk pertama kalinya, Venue Sport Climbing Center GOR Kadrie Oening Samarinda resmi digunakan sebagai arena kejuaraan tingkat provinsi.
Ajang yang berlangsung pada 13–16 Mei 2026 itu mendapat perhatian khusus dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim.
Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kaltim, Razman Rading, menilai penggunaan venue tersebut harus menjadi awal pemanfaatan maksimal fasilitas olahraga baru milik pemerintah.
“Dengan keberadaan venue panjat tebing ini saya minta kepada FPTI (Federasi Panjat Tebing Indonesia) Kaltim untuk memanfaatkan semaksimal mungkin,” ujar Razman.
Menurutnya, keberadaan venue sport climbing di kawasan strategis GOR Kadrie Oening memberi nilai lebih, bukan hanya sebagai pusat pembinaan atlet, tetapi juga berpotensi menjadi destinasi sport tourism di Samarinda.
“Bagi saya venue ini sangat strategis dan bisa dijadikan bagian dari spot tourism juga. Jadi bukan hanya sekadar prestasi,” katanya.
Razman menyebut lokasi venue yang didukung kawasan penunjang seperti hotel dan fasilitas umum membuatnya sangat layak menjadi pusat kegiatan panjat tebing di Kaltim.
Selain itu, ia menyoroti tingginya minat masyarakat, terutama kalangan anak-anak dan pelajar, terhadap olahraga panjat tebing. Menurutnya, kondisi ini harus dijawab dengan pembinaan serius dari FPTI Kaltim.
“Saya lihat banyak sekali yang berminat. Bahkan ada anak-anak lewat langsung tertarik latihan. Artinya fasilitas ini memang menarik perhatian,” ungkapnya.
Ia berharap Kejurprov KU 2026 menjadi titik awal lahirnya lebih banyak atlet muda potensial dari Kaltim melalui pembinaan usia dini yang lebih terstruktur.
“Fasilitas ini diadakan pemerintah, jadi harus bernilai dan bermanfaat bagi masyarakat, khususnya atlet Kaltim,” tegasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani