BALIKPAPAN – Prestasi yang ditorehkan Muhammad Arif Saprudin pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PB Forki di Bandung memang membanggakan. Satu medali emas yang disumbangkan itu menjadi satu-satunya medali yang berasal dari atlet Balikpapan.
Meski begitu, Arif hampir saja gagal melaju ke babak final. Usai mengalami dua kali dislokasi selama mengikuti agenda tersebut.
Pelatihnya, Srunita Sari Sukatendel berkata kejadian yang menimpa sang atlet itu terjadi saat sesi latihan.
Baca Juga: Abdul Rahman Agus Nakhodai POBSI Kaltim, Usung Misi Juara di PON 2028
“Sempat lepas bahunya pas latihan sebelum tanding. Saya lihat juga wajahnya saat di tempat latihan itu sudah agak sedikit frustasi karena teman-teman yang lain simulasi, dia kami suruh istirahat dulu,” jelasnya.
Kemudian kedua kalinya, lanjut dia, saat pertandingan keempat atau semifinal, kejadian itu kembali terulang. Bahu Arif kembali alami dislokasi, bahkan di kiri dan kanan. Saat itu, tim medis segera menanganinya dan Arif kembali masuk ke pertandingan.
“Nah pada saat itu dokter tanya apakah masih sanggup lanjut, lalu Arif bilang masih. Apalagi memang ketinggalan poin, tapi ternyata dia bisa mengejar lawannya. Bahkan sampai ke final dan meraih juara satu,” jelasnya.
Sementara itu, Arif mengakui bahwa saat ini bahunya masih sedikit ngilu meski sudah tidak dislokasi lagi. Makanya, dia ingin fokus pemulihan untuk mempersiapkan diri menuju ajang internasional.
Baca Juga: Karateka Muda Balikpapan Muhammad Arif Saprudin Raih Emas di Kejurnas Forki 2026 Bandung
Ya, saat ini Arif berharap bisa dipanggil untuk masuk pemusatan latihan nasional (Pelatnas) dan memperkuat Timnas. Sebab, targetnya ialah bisa meraih Kejuaraan Karate Asia Tenggara atau Southeast Asian Karate Federation (SEAKF) ke-13 di Ninh Binh, Vietnam.
“Insya Allah doakan saja, semoga saya bisa ambil bagian di Timnas dan berikan yang terbaik lagi,” tutupnya.
Editor : Muhammad Ridhuan