Sutarno Wijaya Nahkodai Selam Kaltim, Targetkan Emas PON

Nasya Rahaya • Dipublikasikan Rabu, 27 Mei 2026 | 18:08 WIB
AMANAH: Ketua Terpilih Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Kaltim, Sutarno Wijaya. NASYA RAHAYA/KP
AMANAH: Ketua Terpilih Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Kaltim, Sutarno Wijaya. NASYA RAHAYA/KP

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Musyawarah Provinsi (Musprov) Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Kalimantan Timur menetapkan Sutarno Wijaya sebagai Ketua Umum Pengprov POSSI Kaltim periode 2026-2030.

Musprov berlangsung di Ruang Rapat Kwarda Pramuka Kaltim, Jalan M Yamin, Samarinda, Selasa (26/5). Sutarno terpilih secara aklamasi setelah mendapat dukungan mayoritas pengurus kabupaten/kota yang hadir dalam forum tersebut.

“Alhamdulillah, dari sembilan pengurus kabupaten dan kota yang hadir, seluruh peserta baik yang hadir langsung maupun melalui Zoom menyampaikan dukungan kepada saya untuk memimpin POSSI Kaltim empat tahun ke depan,” ujar Sutarno kepada wartawan usai Musprov.

Baca Juga: Pansus II DPRD Mahulu Dorong Penguatan Atlet dan Infrastruktur Olahraga Daerah

Dia menyebut, dari delapan pengurus cabang yang mengikuti Musprov, tiga hadir secara langsung dan lima lainnya mengikuti secara daring. Atas kepercayaan tersebut, Sutarno menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta Musprov.

Sutarno sendiri bukan sosok baru di organisasi olahraga selam Kaltim. Sebelum terpilih sebagai ketua umum, dia telah tiga periode menjabat sekretaris Pengprov POSSI Kaltim.

“Saya sudah cukup memahami kondisi atlet, pelatih, hingga pengurus cabang. Tinggal bagaimana semua kekuatan ini bisa disinergikan untuk meningkatkan prestasi,” ungkapnya.

Di bawah kepemimpinannya, kepengurusan baru akan fokus memperkuat pembinaan atlet agar mampu meningkatkan prestasi di tingkat nasional, khususnya pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).

Baca Juga: Pemkot Balikpapan Salurkan Sapi Kurban Presiden, Wali Kota Ingatkan Layanan Jagal RPH Bersertifikat

“POSSI Kaltim ini masih dalam tahap berkembang, terutama untuk mempersiapkan atlet-atlet berprestasi. Target kita tentu bagaimana bisa meraih medali emas di PON mendatang,” katanya.

Sutarno mengungkapkan, pada PON sebelumnya di Aceh-Sumatra Utara, cabang olahraga selam Kaltim berhasil meraih satu medali perak dan satu perunggu. Hasil itu menjadi modal evaluasi untuk meningkatkan capaian pada event berikutnya.

“Tantangan dari KONI Kaltim jelas, bagaimana kita bisa mendapatkan emas. Itu tidak mudah, tapi dengan pembinaan yang terukur dan persiapan matang, kami optimistis bisa mencapainya,” ucapnya.

Dia menilai, peningkatan prestasi tidak bisa dilakukan hanya oleh pengurus provinsi semata. Dukungan pemerintah daerah, KONI, pelatih, hingga ketersediaan fasilitas latihan disebut menjadi faktor penting dalam pengembangan olahraga selam di Kaltim.

Meski demikian, Sutarno memastikan pembinaan tetap berjalan dengan memanfaatkan sarana yang ada. Untuk nomor kolam, atlet selama ini menggunakan fasilitas kolam renang umum di daerah masing-masing.

“Kalau fasilitas khusus selam memang belum ada. Tapi hampir semua kabupaten dan kota punya kolam renang yang bisa dimanfaatkan untuk latihan,” katanya.

Baca Juga: Mayoritas Pekerja di Kaltim Sudah Kerja Penuh, Tembus 1,47 Juta Orang

Sementara untuk nomor laut, pembinaan lebih banyak dilakukan di wilayah pesisir seperti Berau, Bontang, dan Kutai Timur.

Selain memperkuat pembinaan atlet senior, POSSI Kaltim juga mendorong regenerasi melalui kerja sama dengan sekolah-sekolah mulai tingkat SD hingga SMA. Menurut Sutarno, langkah itu penting untuk menjaga ketersediaan atlet usia dini.

“Kami juga meminta kabupaten dan kota lebih sering menggelar event. Semakin banyak jam terbang bertanding, mental atlet juga akan semakin terbentuk,” tutupnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
POSSI Kaltim olahraga selam Kaltim atlet selam Kaltim pembinaan atlet selam medali emas PON